Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Kaimana akan mendata petani yang mengalami kekeringan dan gagal panen akibat fenomena El Nino. Pendataan ini menjadi langkah awal memetakan kondisi pertanian dan menentukan penanganan yang tepat bagi petani terdampak.
Kepala DKPP Kaimana, Alexander Furay, mengatakan pihaknya telah turun ke lapangan mengecek sejumlah lokasi yang terdampak kekeringan dan kebakaran lahan pertanian. “Kami juga akan melakukan tinjauan lapangan serta pendataan kepada petani yang mengalami kekeringan maupun gagal panen,” ujarnya, Kamis, 27 Agustus 2026.
Menurutnya, kekeringan berkepanjangan dapat menurunkan produktivitas pertanian, merugikan petani, hingga memicu krisis pangan dan air bersih.
DKPP telah menggelar rapat untuk membahas langkah penanganan. Pendataan kerusakan produksi dan kekeringan dijadwalkan dimulai keesokan hari agar solusi yang diambil tepat sasaran. Tahap awal difokuskan di wilayah perkotaan, lalu diperluas ke kampung-kampung.
Data yang terkumpul akan menjadi dasar penentuan program bantuan. “Kami berharap program yang diturunkan bisa membantu para petani agar cukup air dalam merawat tanaman dan tidak mengalami gagal panen,” harapnya. (yos)



