Ancaman El Nino Mengintai, Petani Kaimana Diminta Beralih Tanam Komoditas Tahan Kering

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Kaimana, Alexander Furay, mengimbau petani meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi kemarau ekstrem akibat fenomena El Nino.

Peringatan ini sejalan dengan rilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaimana terkait ancaman perubahan cuaca mendadak di wilayah tersebut.

Guna menekan risiko gagal panen, Kepala DKPP Kaimana pada 11 Mei 2026 menyarankan petani beralih sementara ke tanaman yang lebih tahan kekeringan seperti pisang, serta menunda budidaya tanaman musiman yang bergantung pada pasokan air stabil seperti cabai dan kacang-kacangan.

Meski demikian, DKPP Kaimana mengakui belum memiliki barometer teknis maupun basis data ilmiah yang terukur untuk memetakan dampak El Nino terhadap pasokan air dan potensi produksi pertanian lokal.

Sejauh ini, ketahanan sektor pertanian Kaimana masih sangat mengandalkan kadar air tanah wilayah yang tergolong tinggi berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Namun, tanpa adanya pemetaan kalender tanam adaptif dan teknologi pendukung, imbauan kewaspadaan dinilai berisiko menjadi langkah normatif belaka.

Masyarakat berharap Pemkab Kaimana tidak sekadar mengeluarkan imbauan, tetapi segera merealisasikan pendampingan teknis dan strategi mitigasi terukur agar sektor ketahanan pangan daerah tak terus-menerus bergantung pada faktor keberuntungan alam. (yos)

Previous articleLantik 8 Kepala Kampung, Bupati Kaimana Ingatkan Jabatan Pengabdian
Next articleBapenda Papua Barat Terapkan SK Gubernur Tentang Surat Keterangan Bebas Tunggakan Pajak Daerah Untuk Tingkatkan PPD