Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan MSi, mencanangkan gerakan penanaman 1 juta pohon matoa.
“Kita sudah canangkan. Kita akan launching di HUT Provinsi Papua Barat pada 12 Oktober 2026 nanti,” ujar Gubernur Papua Barat usai menanam pohon matoa di Manokwari, Jumat 14 Agustus 2026.
Gubernur Papua Barat menyatakan Pemprov akan menganggarkan pengadaan bibit matoa untuk disebar dan ditanam di tujuh kabupaten di Papua Barat. Penanaman akan dilakukan melalui lembaga agama, lembaga masyarakat adat, dan lembaga masyarakat lain, termasuk pemerintah daerah.
Buah produktif matoa dipilih karena merupakan buah endemik di Tanah Papua yang kini relatif sulit didapat, terutama di Manokwari. Hal ini berbeda dengan daerah lain di Tanah Papua seperti di Sentani, Papua, yang punya banyak pohon ini.
“Daerah lain di Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi bahkan sudah menanamnya. Kita tanam lagi di Papua Barat, agar saat berbuah dan panen nanti bisa mendatangkan mafaat pada masyarakat,” tutur Dominggus Mandacan dalam kegiatan yang merupakan bagian dari rangkaian peluncuran Interfaith Rainforest Initiave (IRI) Indonesia Chapter Papua Barat ini.
Gubernur Papua Barat kemudian mengingatkan semangat hutan suci masa depan Indonesia, Tanah Papua, dan Papua Barat yang merupakan investasi masa depan untuk generasi mendatang. “Mari kita sama-sama jaga alam,” ajak Dominggus Mandacan. (an/dixie)



