Pemerintah Kabupaten Kaimana melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggelar pelatihan koreografi berbasis lokal di sebuah hotel di Kaimana, Selasa 05 Mei 2026.
Langkah ini diambil guna mengatasi kerinduan daerah akan hadirnya tarian kreasi yang benar-benar menjadi identitas tunggal masyarakat Kaimana.
Acara yang berlangsung selama tiga hari hingga 8 Mei 2026 ini dibuka oleh Staf Ahli Bupati Kaimana Bidang Politik, Hukum, dan Pemerintahan, Blasius Kilmas.
Dalam sambutannya, Blasius menyoroti bahwa seni tari yang kerap dipentaskan di Kaimana selama ini masih didominasi pengaruh luar, seperti Yosim Pancar khas Biak-Serui atau Tari Seka yang mirip dengan wilayah Mimika.
Oleh karena itu, Pemkab Kaimana merangkul para kepala suku asli dari delapan suku, serta ketua sanggar seni, untuk berkolaborasi. Para kepala suku diminta menyumbangkan ide serta makna gerak dasar penyambutan tamu dari wilayah masing-masing.
Sementara itu, Sekretaris Disbudpar Kaimana, Jahra Slamet, menegaskan bahwa hasil akhir yang ditargetkan bukanlah sekadar tarian tradisional kuno, melainkan karya koreografi modern yang berpijak kuat pada akar budaya asli Kaimana.
Pelatihan bertema “Revitalisasi Gerak Tari Kaimana sebagai Identitas Kultural dalam Penciptaan Koreografi Kontemporer Berbasis Lokal” ini menghadirkan dua pakar seni, yakni koreografer senior dari Surabaya, Sri Mulyani, dan pendiri Sanggar Iriantos Manokwari, George Yomaki, untuk mengolah masukan adat menjadi satu karya tari khas Kaimana. (yos)



