Universitas Caritas Indonesia (UNCRI) di Manokwari, Papua Barat, mewisuda 173 sarjana di Arfak Convention Hall, Mapolda Papua Barat, Sabtu 28 Maret 2026.
Rektor UNCRI, Prof Dr Robert KH Hammar mengingatkan para sarjana baru itu bahwa kelulusan bukan akhir dari perjuangan. Dia juga mendorong mereka untuk terus berani menghadapi tantangan dan keluar dari zona nyaman.
“Kesuksesan bukan tentang seberapa cepat kalian sampai, tetapi seberapa kuat kalian bertahan. Kegagalan bukan akhir perjalanan, melainkan bagian dari proses untuk menemukan arah yang lebih tepat,” tutur Roberth Hammar.
Sebelumnya, dalam kegiatan yang dihadiri Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan MSi ini, Rektor UNCRI menyampaikan saat ini ada 1.160 mahasiswa di lima program studi.
UNCRI telah memiliki dua guru besar, dua lektor kepala, dan 10 lektor, sedangkan sisanya berstatus asisten ahli. Peningkatan kapasitas dosen, akunya, masih jadi pekerjaan rumah, di mana tiga dosen sedang menempuh pendidikan magister dan 25 program doktor.
Sementara itu, Gubernur Papua Barat dalam sambutannya mengapresiasi UNCRI dengan wisuda pertamanya yang merupakan tonggak sejarah penting dalam perkembangan pendidikan tinggi di Papua Barat.
Gubernur Papua Barat menyatakan Pemprov Papua Barat selalu menempatkan pembangunan SDM sebagai prioritas utama melalui sejumlah program, seperti penguatan pendidikan tinggi, optimalisasi dana Otsus untuk sektor pendidikan, dan beasiswa bagi mahasiswa, khususnya Orang Asli Papua.
Gubernur Papua Barat kemudian berpesan pada para sarjana baru itu untuk membangun daerah dengan ilmu dan pengetahuan mereka. “Jadilah generasi yang membawa perubahan dan kemajuan bagi Papua Barat,” ingat Dominggus Mandacan. (*)



