Ngopi Asik FKUB Papua Barat, Kegembiraan Faktor Kunci Rawat Kerukunan

Ngopi Asik FKUB Papua Barat, Kegembiraan Faktor Kunci Rawat Kerukunan
(Depan kiri ke kanan) Kakanwil Kemenag Papua Barat, Luksen Jems Mayor SSos MAP, Kepala Suku Besar Arfak, Drs Dominggus Mandacan MSi, dan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua Barat, Pdt Sadrak Simbiak SSi Teol, bersama peserta Ngopi Asik (Ngobrol Perkara Iman, Lintas Iman dan Kepercayaan) di kebun Anggur Permata Biru, SP 4 Jalur 3, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, 22 Januari 2024.

Kegembiraan merupakan salah satu faktor kunci dalam merawat kerukunan antar umat bergama.

“Kegembiraan itu membuat hati kita bahagia, sehingga kita akan memiliki keluangan dalam hati untuk menerima orang lain dan berbagi kegembiraan itu dengan orang. Sebaliknya, bila hati kita tidak gembira, kita bisa bermasalah dengan orang lain,” kata Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua Barat, Pdt Sadrak Simbiak SSi Teol.

Ini dilontarkan Ketua FKUB Papua Barat dalam kegiatan Ngopi Asik (Ngobrol Perkara Iman, Lintas Iman dan Kepercayaan) di kebun Anggur Permata Biru, SP 4 Jalur 3, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari, 22 Januari 2024.

Kegiatan yang menampilkan pembicara Kakanwil Kemenag Papua Barat, Luksen Jems Mayor SSos MAP, dan Kepala Suku Besar Arfak yang juga Bapak Kerukunan Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan MSi, ini merupakan salah satu upaya preventif menjaga kegembiraan bersama, supaya segala situasi dan konstelasi di Pemilu 20204 tidak merusak kegembiraan bersama kita dalam merawat kerukunan.

Terkait itu, local wisdom atau kebijakan lokal satu tungku tiga batu mesti terus dikedepankan dan dipraktikkan, baik dalam konteks keragaman dan kerukunan beragama keluarga dalam satu rumah dan sinergitas bersama antara pemerintah, agama, dan adat dalam membangun segala bidang di Papua Barat.

Hal senada disampaikan Kakanwil Kemenag Papua Barat yang menegaskan pentingnya merawat keagamaan, dan untuk tidak membawa agama ke hal-hal lain, apalagi saat ini dalam masa menjelang Pemilu 2024.

Moderasi beragama ini juga harus dilakukan dalam mengekpresikan diri di media sosial dengan selalu mengingat bahwa ada masyarakat yang adalah umat agama lain.

Kakanwil Kemenag Papua Barat menegaskan merawat kerukunan merupakan tanggungjawab bersama dan harus dikerjakan dengan bekerja sama semua unsur masyarakat dan pemerintah.

Hal serupa disampaikan Kepala Suku Besar Arfak yang mengingatkan untuk selalu menjaga kedamaian dan keamanan di rumah bersama yang di dalamnya hidup berbagai suku, agama, ras dengan aman dan damai.(an/dixie)

Previous articleRelawan Nusantara Bersatu Dukung Dominggus Mandacan Gubernur Papua Barat 2024-2029
Next articlePelatda KONI Papua Barat ke PON Aceh Sumut Mulai 21 Februari