Soal Penjabat Gubernur Papua Barat, Obet Ayok Yakin Negarawan Paham Soal Pensiun

Soal Penjabat Gubernur Papua Barat, Obet Ayok Yakin Negarawan Paham Soal Pensiun
Obet Arik Ayok Rumbruren, tokoh adat suku besar Arfak, Papua Barat.

Obet Arik Ayok Rumbruren, tokoh adat Suku Besar Arfak, Papua Barat, yakin bahwa Komjen (Pur) Drs Paulus Waterpauw MSi adalah seorang negarawan yang baik.

“Sebagai negarawan yang baik, tentu beliau sudah memahami beliau akan pensiun di Oktober 2023 nanti,” ujar Obet Arik Ayok Rumbruren di kediamannya di Manokwari, 14 April 2023.

Dia mengatakan hal itu usai pertemuan penyatuan pemahaman antara suku besar Arfak, Doreri, Wamesa, dan Yapen Waropen terkait Penjabat Gubernur Papua Barat periode 2023-2024.

“Supaya di antara kita jangan sampai bertentangan pendapat, karena sudah ada aspirasi yang dibawa aliansi dari Papua Barat ke pemerintah pusat,” beber Obet Arik Ayok Rumbruren.

Dia kemudian menyatakan penjabat gubernur adalah orang yang bisa menjalankan tugasnya selama minimal setahun.

“Kita harus cari orang yang bisa 1 tahun. Kalau 6 bulan itu kurang efektif. Orang tak bisa putus tengah jalan lalu tunjuk lagi caretaker, apalagi kalau misalnya mau diperpanjang sampai 2024. Itu tak bisa karena sudah pensiun di Oktober,” tegas Obet Arik Ayok Rumbruren.

“Saya harap semua fraksi di DPR Papua Barat yang mendukung beliau dapat beri pembelajaran politik yang baik bagi masyarakat, dan bahwa kita tahu aturan,” ingat Obet Arik Ayok Rumbruren.

Harapan yang sama ditujukannya pada MRP Papua Barat. “MRPB juga tolong pahami. Saya sebagai salah satu yang seleksi nanti dibilang yang seleksi juga tidak benar,” pesan Obet Arik Ayok Rumbruren.

Dia menyatakan mengapresiasi Penjabat Gubernur Papua Barat saat ini, Paulus Waterpauw, yang melaksanakan tugasnya di Papua Barat selama satu tahun. “Setahun berikutnya ada juga orang Papua lainnya, yaitu Velix Wanggai,” ungkap Obet Arik Ayok Rumbruren.

Dia mengakui mengarahkan pandangannya pada Velix Wanggai karena, selain diusung partainya, PDI Perjuangan, juga memenuhi syarat pejabat Eselon 1 dan orang Papua.

Dia menyatakan dimaki-maki, dihujat, diolok-olok, bahkan dikutuk orang-orang sukunya, suku Arfak, saat mendukung Paulus Waterpauw untuk jadi Penjabat Gubernur Papua Barat periode 2022-2023.

“Tapi saya tunjukkan Paulus Waterpauw adalah putra asli dari wilayah adat Bomberay. Saya sudah buktikan maka saya mau buktikan lagi bahwa beliau karena sudah akan pensiun tidak kita dorong lagi,” tegas Obet Arik Ayok Rumbruren.

Seperti diberitakan sebelumnya, DPR Papua Barat sesuai aturan telah mengusulkan tiga calon Penjabat Gubernur Papua Barat ke Mendagri. Mereka adalah Komjen (Pur) Drs Paulus Waterpauw MSi yang diusung Partai Golkar Papua Barat dan Fraksi Otsus, Dr Sugeng Purnomo SH MH diusung Partai NasDem Papua Barat, dan Dr Velix Vernando Wanggai SIP MPA diusung PDI Perjuangan Papua Barat.(an/dixie)

Previous articleJelang Idul Fitri Perindagkop Kaimana Gelar Pasar Murah
Next articlePemprov Papua Barat Sediakan 1.000 Paket Sembako Pasar Murah Kaimana