GOW Kaimana Gelar Kegiatan Edukasi Hukum Bagi Perempuan

Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kaimana, Papua Barat, melatih para anggotanya dari perwakilan berbagai organisasi perempuan yang ada di Kabupaten Kaimana, termasuk perempuan dari 8 suku asli Kaimana, agar makin paham hukum.

Kegiatan di aula kantor Kesbangpol Kaimana pada Jumat, 02 Oktober 2026 itu dihadiri penaseihat GOW Kaimana, yang juga istri Bupati Kaimana, Ny Ratna Gunawati.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Kaimana, Olivia Ansanai, dalam sambutan pembukaan kegiatan mengatakan edukasi hukum bagi perempuan sangat penting, karena persoalan yang dihadapi perempuan dan anak di tengah-tengah masyarakat makin butuh perhatian.

“Berdasarkan data DP3A dan Polres Kaimana, pada tahun 2025 terdapat 61 kasus kekerasan terhadap perempuan yang ditangani. Dari sekian kasus tersebut, perempuan mengalami KDRT, perzinahan, kasus pornografi, bahkan penelantaran keluarga,” ungkap Olivia Ansanai.

Sementara itu, kekerasan terhadap anak tercatat ada 38 kasus. Terdiri dari percabulan, persetubuhan, penganiayaan atau perundungan, bahkan sampai kasus jasad bayi yang dibuang.

Di tahun 2026, data sampai Agustus 2026 menunjukkan ada 40 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Data tersebut hendaknya tidak hanya kita lihat sebagai angka, karena di balik setiap angka terdapat individu, keluarga, dan masa depan yang membutuhkan perhatian, perlindungan, pendampingan, serta penanganan yang tepat,” tegas Olivia Ansanai.

Ia juga menekankan bahwa upaya perlindungan perempuan dan anak tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah atau aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab bersama. Dalam konteks inilah, peran dari perempuan khususnya ibu menjadi sangat krusial dan strategis.

“Ibu merupakan pendidik pertama dalam keluarga dan pengasuh utama. Ibu juga memiliki peran penting dalam membangun ketahanan keluarga. Menciptakan ruang yang aman di rumah, membantu menggerakkan perekonomian keluarga, serta menjadi salah satu pengelola atau manajemen kesehatan keluarga,” ingat Olivia Ansanai. (yos)

Previous articlePapua Barat Susun Kembali Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil 2026 – 2042
Next articleSMAKVILL Cup Basketball Diharap Jadi Cikal Bakal Manokwari Tampil di DBL