KONI Pusat menyatakan tidak mengintervensi Musorprovlub (Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa) Papua Barat.
Ini dinyatakan Waketum II KONI Pusat, Mayjen TNI (Purn) Soedarmo, pada masyarakat di Bandara Rendani, Manokwari, Kamis 17 Februari 2026.
“KONI tak punya kewenangan untuk intervensi. Justru KONI mengawal supaya aturan yang dibuat daerah sesuai AD/ART,” tutur petinggi KONI Pusat di Komisi A yang menaungi bidang organisasi, hukum, penelitian dan pengembangan, kerja sama dalam negeri, kerja sama luar negeri, badan audit internal dan usaha ini.
Waketum II KONI Pusat lalu menyatakan datang mewakili Ketua Umum KONI Pusat untuk memberikan sambutan dalam Musorprovlub KON Papua Barat.
“Persoalan menang kalah adalah persoalan pendukung masing-masing, karena semua calon dipilih pendukungnya,” tegas Soedarmo.
Menyangkut kedatangan Mohamad Lakotani ke KONI Pusat, Wakil Ketua Umum II KONI Pusat menyatakan itu tidak berarti KONI Pusat mendukung yang bersangkutan sebagai calon Ketua Umum KONI Papua Barat.
“Pak Mohamad Lakotani itu Wakil Gubernur Papua Barat. Masak kita tolak kalau beliau datang ke KONI Pusat,” beber Soedarmo.
Kedatangan Soedarmo di Bandara Rendani disambut Caretaker Ketua KONI Papua Barat, Yohanes C Sorbu, dengan mengalungkan karangan bunga.
Musorprovlub KONI Papua Barat digelar hari ini, 17 September 2026. Ada dua calon ketua dalam kegiatan ini. Selain Mohamad Lakotani, calon lainnya adalah Yosias Saroy. (an/dixie)



