Pemilihan Ketua Umum KONI Papua Barat, Pemanasan Pilpres 2029?

Pemilihan Ketua Umum KONI Papua Barat periode 2026 – 2030 memasuki detik-detik akhir, menyusul pengembalian berkas pendaftaran dan pemasukan berkas-berkas pendukung oleh dua kandidat, Yosias Saroy dan Mohamad Lakotani.

Kedua kandidat ini bukan orang sembarangan dari berbagai hal, termasuk dalam hal politik. Yosias Saroy adalah Bupati Pegunungan Arfak periode 17 Februari 2016 – 17 Februari 2021 dan periode 17 Februari 2021 – 20 Februari 2025, sedangkan Mohamad Lakotani adalah Wakil Gubernur Papua Barat periode 2017 – 2022 dan petahana Wakil Gubernur Papua Barat periode 2025 – 2030.

Dalam hal politik, mereka sama-sama ketua partai. Yosias Saroy adalah Ketua Partai NasDem Papua Barat, plus Ketua Laskar Gibran Papua Barat, sedangkan Mohamad Lakotani Ketua Partai Gerindra Papua Barat.

Dari sisi ini, secara luas, perebutan Ketua Umum KONI Papua Barat dapat dilihat sebagai pemanasan antara Presiden Prabowo (Poros Hambalang) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka (Poros Solo) menuju Pilpres 2029.

Maklum, jabatan Ketua Umum KONI, khususnya di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota) memiliki nilai strategis signifikan dalam pusaran politik dan Pemilu di Indonesia.

Posisi kepengurusan KONI yang kerap diisi oleh tokoh masyarakat, pengusaha, hingga politisi lintas partai, menjadikannya ruang negosiasi dan konsolidasi kekuatan politik lokal sebelum masa kampanye resmi.

KONI daerah juga membawahi puluhan pengurus cabang (pengcab/pengprov) olahraga, klub, serta komunitas pemuda dan atlet. Jaringan ini menjangkau hingga tingkat kecamatan dan desa.

Selain itu, olahraga didominasi kelompok usia muda dan milenial, yang merupakan salah satu demografi pemilih terbesar dalam Pemilu dan Pilkada.

Dalam hal ini gelaran event olahraga seperti Porprov, PON, maupun kejuaraan daerah menjadi sarana perjumpaan publik yang efektif untuk menaikkan popularitas dan elektabilitas.

Olahraga juga identik dengan sportivitas, prestasi, dan kegiatan positif masyarakat, sehingga posisi ini membantu membangun citra kepemimpinan yang merakyat dan mendukung kemajuan daerah. (dixie)

Previous articleMohamad Lakotani Nyatakan Dukungan Lebih Dari 30 Persen Cabor dan KONI Kabupaten