Sekda Papua Barat, Drs Ali Baham Temongmere MTP, meminta masyarakat membuang rasa takut dan malu agar anak-anak yang bergejala tuberkulosis (TBC) bisa segera diperiksa dan diobati hingga sembuh.
Sekda Papua Barat menyatakan ini dalam saat membuka Pertemuan Lintas Sektor Untuk Mengatasi Tuberkulosis (TBC) Anak dan Pembentukan Tim Percepatan Penanganan Tuberkulosis (TP2TB) Papua Barat di Manokwari, Kamis 15 Oktober 2026.
Sekda Papua Barat kemudian menyoroti kemungkinan masih banyak anak yang diduga terinfeksi TBC yang belum terdiagnosis dan diobati. Padahal, TBC anak diperkirakan menyumbang 16 persen dari total estimasi 3.063 kasus TBC di Papua Barat. Sementara penanganan TBC secara keseluruhan sudah mencapai 60 persen.
Sekda Papua Barat menegaskan tuberkulosis anak bukan sekadar masalah kesehatan, tapi terkait gizi, hunian, kemiskinan, stigma, hingga akses layanan.
Sekda Papua Barat lalu menyatakan akan membentuk TP2TB Papua Barat lengkap dengan rencana aksi, anggaran, serta pemantauan berkala, mendorong penggabungan skrining dan logistik TBC dengan program HIV/AIDS, malaria, kusta, imunisasi, serta perbaikan gizi.
Untuk itu, Sekda Papua Barat menugaskan Dinas Kesehatan dan Biro Hukum menyusun Peraturan Gubernur terkait penanggulangan terpadu agar kolaborasi lintas sektor berjalan berkelanjutan.
Sekda Papua Barat lalu meminta Bappeda, BPKAD, dan OPD teknis memasukkan program penanganan tuberkulosis anak ke dalam perencanaan anggaran daerah. (*)



