Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kaimana, Papua Barat, menetapkan status tanggap darurat terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda beberapa titik di wilayah ini beberapa pekan terakhir.
Menurut Bupati Kaimana, Drs Hasan Achmad, hingga saat ini luas area yang terdampak karhutla mencapai 170 hektar.
Jumlah ini masih dapat bertambah karena proses identifikasi masih terus dilakukan, sedangkan wilayah paling terdampak per Senin 21 September 2026 adalah Kampung Kensi dan Ergara di Distrik Teluk Arguni.
Pemkah telah mengambil langkah cepat untuk menangani kebakaran dengan mengirimkan peralatan untuk membantu proses pemadaman api di Kensi dan Ergara. Pengiriman ini terkendala keterbatasan peralatan dan mobilitas menuju lokasi kebakaran.
Pemkab juga memberikan bantuan berupa bahan makanan dan alat produksi sagu pada masyarakat terdampak.
Bupati Kaimana lalu mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dalam membuka lahan dan tidak menggunakan cara membakar. Masyarakat diminta turut mencegah munculnya titik api baru, termasuk dengan tidak membuang puntung rokok sembarangan. (yos)



