37 orang eks anggota KOWIP I Batalyon Ofir dan Batalyon Sair Kodap IV Sorong Raya beserta simpatisannya mengucapkan ikrar setia pada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam upacara di Lapangan Makodam XVIII/Kasuari, Manokwari, Kamis 25 Juni 2026.
Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan MSi, dalam sambutannya mengapresiasi Pangdam XVIII/Kasuari dan jajaran yang dinilai berhasil melakukan pendekatan persuasif, sehingga para eks anggota kelompok tersebut bersedia kembali bergabung dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Beberapa tahun terakhir di wilayah Provinsi Papua Barat, saudara-saudara kita yang selama ini berseberangan telah menyerahkan diri dan berikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal ini tidak lepas dari koordinasi dan kolaborasi antar-stakeholder terkait,” kata Dominggus Mandacan.
Gubernur Papua Barat berharap hal ini dapat jadi contoh bagi kelompok lain yang masih berada di luar NKRI untuk mengikuti langkah serupa.
Gubernur Papua Barat lalu meminta Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni bersinergi dengan pemerintah provinsi, untuk memastikan para peserta ikrar merasakan kehadiran negara melalui berbagai program pembangunan dan pelayanan publik.
“Agar saudara-saudara kita yang telah berikrar setia kepada NKRI dapat merasakan kehadiran nyata negara, serta menumbuhkan kembali kepercayaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tutur Dominggus Mandacan.
Terkait itu, dalam jangka pendek, pemerintah provinsi bersama Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni akan melakukan pendampingan melalui berbagai program yang didukung APBD 2026.
Dalam jangka menengah, Pemkab Teluk Bintuni akan mengalokasikan program khusus pada APBD 2027 yang mencakup bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, penyediaan perumahan layak huni, serta peningkatan wawasan kebangsaan dan cinta tanah air.
Guberur Papua Barat lalu menegaskan pentingnya koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, mengingat sebagian peserta ikrar merupakan warga yang berdomisili di wilayah administrasi provinsi tersebut.
“Diperlukan sinergisitas lintas provinsi agar proses pembinaan dan pemberdayaan dapat berjalan optimal,” tegas Dominggus Mandacan,
Pemerintah berharap langkah para eks anggota KOWIP dan simpatisan yang kembali menyatakan kesetiaan kepada NKRI dapat memperkuat stabilitas keamanan serta mendukung percepatan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di Tanah Papua.
Upacara ini dihadiri, antara lain, Pangkogabwilhan III, Pangdam XVIII/Kasuari, unsur Forkopimda Papua Barat, Bupati Teluk Bintuni, serta sejumlah pejabat TNI, Polri, dan Pemerintah Provinsi Papua Barat. (*)



