Penjabat Gubernur Papua Barat Gencarkan ‘Moto’ Satu Saudara Satu Hati di Bawah Naungan Rumah Kaki Seribu

Penjabat Gubernur Papua Barat Gencarkan 'Moto' Satu Saudara Satu Hati di Bawah Naungan Rumah Kaki Seribu
Penjabat Gubernur Papua Barat, Drs Ali Baham Temongmere MTP, dalam Pelantikan dan Raker Kerukunan Keluarga Besar Fakfak di Manokwari, 11 Desember 2023. Pelantikan oleh Bupati Manokwari, Hermus Indou SIP MM, ini turut dihadiri, antara lain, Kepala Suku Besar Arfak, Drs Dominggus Mandacan MSi bersama Dra Ny Juliana A Mandacan Kiriweno MSi, dan mantan Bupati Fakfak dua periode, Dr Drs Mohammad Uswanas MSi.

Penjabat Gubernur Papua Barat, Drs Ali Baham Temongmere MTP, menggencarkan moto “Satu saudara satu hati di bawah naungan rumah kaki seribu.”

Penyebutan ‘moto’ atau salam yang merupakan gabungan moto dari para Gubernur Papua Barat, termasuk penjabat gubernur sebelumnya, ini dinyatakan Ali Baham Temongmere dalam Pelantikan dan Raker Kerukunan Keluarga Besar Fakfak di Manokwari periode 2023-2028, di Kantor PWKI, Sowi, Manokwari, 11 Desember 2023.

Kegiatan tersebut dihadiri, antara lain, Bupati Manokwari, Hermus Indou SIP MM, Kepala Suku Besar Arfak, Drs Dominggus Mandacan MSi bersama Dra Ny Juliana A Mandacan Kiriweno MSi, dan mantan Bupati Fakfak dua periode, Dr Drs Mohammad Uswanas MSi.

Penjabat Gubernur Papua Barat lalu mengatakan rumah kaki seribu, yang merupakan rumah khas suku besar Arfak, punya filosofi ada satu tiang besar di dalamnya. Tiang besar itu melambangkan pempimpin yang punya hati tempat Tuhan bertahta dan menaungi orang banyak.

“Jika yang satu tiang itu adalah suku Arfak, maka tiang-tiang kecil seribu kaki itu adalah semua suku termasuk suku Fakfak yang sudah diterima dalam rumah itu,” beber Ali Baham Temongmere.

Penjabat Gubernur Papua Barat, yang adalah orang Fakfak, lalu mengingat kala tiba di Bandara Rendani, Manokwari, usai dilantik sebagai Penjabat Gubernur Papua Barat di Jakarta, lalu melihat Kepala Suku Besar Arfak menjemputnya.

“Air mata saya turun karena saya lihat Kepala Suku Besar, kakanda saya, senior saya. Sama-sama kuliah institut pemerintahan walau jauh di atas saya, ketika wisuda saya sempat saksikan di Jakarta. Maka saya sudah lama kenal. Oleh karena itu, tak boleh lupakan jejak-jejak yang sudah ada. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,” tegas Ali Baham Temongmere.

Sebelumnya, Penjabat Gubernur Papua Barat, sekaligus Sekda Papua Barat, ini berharap Kepala Suku Besar Arfak bisa menjadi orang tua bagi masyarakat Fakfak di Manokwari.

Penjabat Gubernur Papua Barat juga mengingatkan filosofi satu tungku tiga batu masyarakat Fakfak dan rumah kaki seribu yang tergambarkan di Bandara Siboru, Fakfak, yang diresmikan Presiden Jokowi pada 23 November 2023 lalu. Hal serupa diharapkan tergambarkan dalam pengembangan Bandara Rendani, Manokwari.(an/dixie)

Previous articleDina Isba: Petani Arfak Keluhkan Tingginya Biaya Transportasi
Next articlePeresmian Kantor Pusat GMAHK Papua Barat