Soal Penjabat Gubernur Papua Barat, Pdt Aristoteles Wamafma Bilang Ini

Soal Penjabat Gubernur Papua Barat, Pdt Aristoteles Wamafma Bilang Ini

Pemuda Kristen Oikumene Republik Indonesia, Pdt Aristoteles Wamafma, punya pendapat ini soal polemik Orang Asli Papua (OAP) dan non OAP terkait jabatan Penjabat Gubernur Papua Barat.

Sebagai anak asli Papua yang lahir dan besar di Manokwari, Papua Barat, dia mengatakan siapa yang akan dipercaya menduduki jabatan tersebut bukan persoalan AOP atau non OAP, tapi persoalan aturan perundangan tetang posisi jabatan Penjabat Kepala Daerah, atau yg sering kita sebut caretaker.

Menurutnya, dari masa dimulainya pembentukan daerah otonomi baru di wilayah NKRI selalu berdasarkan pada aturan perundangan perihal posisi Penjabat atau caretaker ini.

“Bagi saya, pace Valentinus Sudarjanto Sumito, yang saat ini sebagai salah satu pejabat teras di Kemendagri, dan Plt Sekda Papua Tengah, memiliki pengalaman mumpuni dan punya kredibilitas dan kapabilitas dalam menyikapi persoalan-persolan ekonomi dan sosial kemasyarakatan di Tanah Papua,” ungkapnya dalam pesan tertulis yang diterima papuakini.

Dia juga mengatakan jelang pesta demokrasi Pemilu, provinsi Papua Barat butuh figur Penjabat Gubernur Papua Barat yang netral dan objektif. “Seperti Pace Valentinus. Sebagai figur utusan pusat, pasti beliau akan mengamankan pelaksanakan Pemilu yang luber dan jurdil sesuai amanat undang-undang,” tuturnya.

Dia lalu mengajak dan mengimbau OAP untuk berpikir jernih bagi kepentingan daerah. “Sebagai contoh kita ini tidak boleh mengganggu posisi dan jabatan Pak Velix Wanggai yang saat ini mengemban tugas dan tanggung jawab besar sebagai ‘tangan kanan’ Wakil Presiden, yang adalah Ketua BP3OKP. Itu tugas yang penting, berat dan strategis. Apalagi BP3OKP telah membuka kantor di Jayapura guna segera kerja keras untuk membuktikan capaian progress terhadap tujuan-tujuan dibentuknya BP3OKP oleh Presiden dan Wapres RI,” bebernya sembari mengingatkan untuk tidak perlu menggiring-giring opini-opini yang nantinya mengganggu keberlangsungan kinerja BP3OKP.

“Jadi marilah kita doakan agar figur tepat seperti Pak Valentinus dapat bekerja dengan baik, dan mampu mengatasi persoalan-persoalan rakyat di provinsi kita Papua Barat ini,” tandas mantan Ketua Wilayah Gereja Bethel Indonesia Kabupaten Manokwari ini.(*/dixie)

Previous articlePenjabat Gubernur Papua Barat OAP Itu Harapan, Tapi Tidak Harus Begitu
Next articlePelantikan Pengurus WKRI Papua Barat, Ini SK Para Pengurusnya