Malam Puncak HUT ke-20 Kaimana, Freddy Thie: Toleransi Menghubungkan Kita Semua

Malam Puncak HUT ke-20 Kaimana, Freddy Thie: Toleransi Menghubungkan Kita Semua

Sekira 4 ribuan masyarakat Kaimana tumpah ruah memadati stadion Triton mengikuti puncak acara perayaan HUT ke-20 Kabupaten Kaimana yang digelar pada 10 Juni 2023 malam.

Membludaknya manusia menyebabkan tempat duduk di sisi kiri dan kanan tribun penonton maupun di tenda pinggir lapangan yang disediakan panitia penuh sesak. Ratusan masyarakat lainnya rela berdiri dan ada yang duduk di pinggir lapangan.

Kedatangan ribuan masyarakat ini memang untuk merayakan HUT Kabupaten mereka sekaligus menyaksikan penampilan dari dua artis ibukota, Aris Idol atau ST12 dan Vicky Shu.

Hadir dalam perayaan HUT ke 20 Kabupaten Kaimana ini, antara lain, Penjabat Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw bersama istri, Pangdam XVIII Kasuari, Bupati Kabupaten Fakfak, Forkopimda Kabupaten Kaimana, dan beberapa pejabat provinsi.

Sekira pukul 16.30 WIT acara dimulai dengan diawali pemutaran video kilas balik berdirinya Kabupaten Kaimana. Video tersebut juga memuat program, capaian dan penghargaan yang didapat selama dua tahun masa kepemimpinan Bupati Freddy Thie dan Wakil Bupati Hasbullah Furuada.

Bupati Kaimana dan Wakil Bupati Bupati, didampingi istri masing-masing dalam pidatonya mengatakan perayaan HUT Kabupaten Kaimana seharusnya di tanggal 12 April lalu. Hanya saat itu bertepatan dengan bulan suci Ramadan sehingga diundur ke 10 Juni 2023 untuk menghormati umat Muslim.

Dalam pidato reflektif yang bermuatan wawasan kebangsaan yang kuat tersebut, Bupati Freddy Thie berbicara mengenai aspek sosio kultur Kaimana yang memiliki keragaman suku, agama, ras, dan budaya.

Pria keturunan Tionghoa ini menyadari betul bahwa keragaman sebagai sebuah anugerah Tuhan yang harus dirawat dan dilestarikan. Itu sebabnya dirinya menekankan bahwa toleransi sebagai kata kunci.

“Di balik keindahan keragaman daerah kita, terdapat satu simpul yang menghubungkan kita semua yaitu toleransi. Toleransi adalah sebuah prinsip filosofis yang melampaui perbedaan kita,” tegasnya.

Ucapan Bupati Kaimana itu bukan tanpa sebab. Diketahui secara demografis penduduk kabupaten Kaimana terdiri dari beragam suku bangsa, baik suku asli Papua dan juga pendatang dari luar kabupaten Kaimana maupun suku lain di Indonesia.

Suku asli Papua yang berada di Kaimana termasuk suku Kuripasai, Kambrauw, Miere, Mairasi, Irarutu, Koiwai, Oburau, Madewana, dan Kuri. Kemudian, pendatang dari luar Papua di antaranya suku Minahasa, Bugis, Batak, Buton, Toraja, Madura, dan asal Maluku seperti Ambon, Key, Tual, dan Dobo.

Di sisi lain, pemeluk agama di Kabupaten Kaimana juga beragam, yakni Kristen Protestan, Islam, Katolik, Hindu, dan Budha.

“Toleransi ini adalah landasan utama bagi harmoni dan kerukunan di tengah-tengah kita. Ketika kita mempraktikkan toleransi, kita membuka pintu bagi keragaman untuk tumbuh dan berkembang,” ucap Freddy.

Sosok nomor satu di Kaimana itu tidak henti-hentinya mengingatkan kepada masyarakat agar tidak mengabaikan perbedaan yang ada di Kaimana, melainkan harus belajar saling menghargai, menghormati, dan bekerja sama dengan bahu-membahu.

“Inilah inti dari semangat persatuan kita sebagai sebuah daerah. Dalam perbedaan, terdapat keunikan. Dalam keragaman terdapat kekuatan. Mari kita tinggalkan perbedaan yang tidak penting dan fokus pada visi bersama kita, yaitu Kaimana yang Maju, Adil dan Sejahtera,” pungkasnya.(***/yos)

Previous articlePemda Kaimana dan Tim Satgas Seriusi Percepatan Penanganan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem
Next articlePuncak HUT ke-20 Kaimana, Bupati Kaimana: Suara Rakyat Adalah Suara Tuhan