Pemerintah Kabupaten Kaimana menggelar rapat koordinasi lintas sektor bersama kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas III Utarom di Ruang Rapat Kantor Bupati, Senin, 02 November 2026. Rapat membahas rencana penambahan rute penerbangan Sriwijaya Air dari dan ke Kaimana.
Sekda Kaimana, Drs Donald R Wakum, mengatakan audiensi dengan kantor pusat Sriwijaya Air sempat tertunda akibat cuaca, namun maskapai telah memberi lampu hijau.
“Sebelum berangkat untuk audiensi ke Kantor Pusat Sriwijaya Air, kita perlu mengkonsolidasikan langkah secara lintas sektor agar dokumen teknis yang dibawa sudah utuh,” ujar Donald R Wakum.
Pemkab Kaimana menekankan peran transportasi udara karena aksesibilitas Kaimana bergantung pada jalur tersebut. Pemkab juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Laut untuk meminta tambahan armada kapal Pelni.
Langkah ini dinilai mendesak seiring rencana investasi migas Petronas di Blok Bobara, sekitar Pulau Adi.
Sekda Kaimana mengingatkan agar Kaimana tidak pasif sehingga mobilitas tenaga kerja dan logistik perusahaan tidak beralih ke daerah lain. Infrastruktur udara yang memadai diyakini dapat mendongkrak ekonomi daerah dan membantu menghadapi tantangan efisiensi anggaran tahun depan.
Pihak bandara diharapkan menyediakan data valid soal kelayakan landasan pacu dan fasilitas pendukung sebagai dasar meyakinkan maskapai.
Rapat dihadiri Asisten I Setda, Kepala Inspektorat, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah, Kepala Dinas PTSP, dan sejumlah kepala bagian di lingkup Setda. (yos)



