Bukan Cuma Ekonomi, Terkuak Penyebab Utama Maraknya Kasus KDRT di Kaimana

Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) masih menjadi persoalan serius yang terus berulang di Kabupaten Kaimana. Selain kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak, penanganan KDRT tetap menjadi fokus perhatian utama Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Kaimana setiap tahunnya.

Kepala Dinas P3A Kabupaten Kaimana, Olivia Henriete E Ansanay SSTP, menegaskan bahwa angka KDRT di wilayahnya masih cukup tinggi. Menurutnya, diperlukan langkah nyata serta komitmen lintas sektor untuk menekan angka kekerasan di dalam rumah tangga tersebut.

Berdasarkan data dan laporan yang masuk dari para korban ke Dinas P3A Kaimana, konflik keretakan rumah tangga yang berujung pada kekerasan ini paling dominan dipicu oleh persoalan asmara atau perselingkuhan.

“Sesuai data dan laporan korban yang masuk ke kami, sebagian besar KDRT dipicu oleh masalah perselingkuhan, baik istri maupun suami yang memiliki hubungan dengan pihak lain. Laporan yang masuk lebih banyak didominasi karena kehadiran wanita idaman lain (WIL) atau pria idaman lain (PIL),” ujar Olivia saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, 13 Mei 2026.

Olivia menambahkan, jumlah kasus yang tercatat saat ini kemungkinan besar belum mencerminkan kondisi riil di lapangan, karena diduga masih banyak korban yang enggan melapor.

Selain persoalan perselingkuhan, faktor finansial atau tekanan ekonomi juga menjadi pemicu lain maraknya KDRT, terutama di tingkat masyarakat akar rumput.

Menyikapi fenomena ini, Dinas P3A Kaimana mendorong keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari Pemerintah Daerah, lembaga adat, tokoh agama, hingga LSM dan pihak swasta untuk bersama-sama mengedukasi serta meminimalisir potensi kekerasan dalam keluarga.

Dinas P3A Kaimana mengungkapkan pemicu utama maraknya kasus KDRT di Kaimana, mulai dari persoalan asmara hingga tekanan ekonomi di tingkat akar rumput. (yos)

 

Previous articleBuka-Bukaan Potensi Triton, Pemkab Kaimana Gandeng Tokoh Adat Urus Wisata
Next articlePentingnya Arsip Menjaga Akuntabilitas Negara