Pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Kaimana dari Januari sampai awal Oktober 2026 mencapai 5.603 kasus.
Dari jumlah tersebut setidaknya 1.793 kasus terjadi dalam pekan ke 28 Juli 2026 hingga minggu ke-38 bulan September 2026. Jumlah tersebut bisa lebih besar karena angka yang terdata berasal dari Puskesmas Kaimana, Puskemas Lobo, dan RSUD Kaimana.
Terkait itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana, Arifin Sirfefa, mengatakan dinasnya telah mengimbau masyarakat umum, khususnya bayi, balita, ibu hamil, dan lansia untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.
Sebelumnya, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana, Jubair Rumakat, mengatakan secara kumulatif dari minggu ke-1 hingga minggu ke-38 tahun 2026, total kasus ISPA di Kabupaten Kaimana didominasi Puskesmas Kaimana sebanyak 2.590 kasus, disusul RSUD Kaimana 998 kasus, dan Puskesmas Lobo 794 kasus.
Selanjutnya, Puskesmas Etna 387 kasus, Puskesmas Tugarni 206 kasus, Puskesmas Waho 194 kasus, Puskesmas Tanusan 178 kasus, Puskesmas Boufuer 173 kasus, dan Puskesmas Kambala 83 kasus hingga total kasus jadi 5.603 kasus.
Jubair Rumakat menegaskan data ini merupakan data yang diinput setiap puskesmas dalam aplikasi surveilans yang dipantau langsung Dinas Kesehatan Kabupaten Kaimana dan Kementerian Kesehatan.
Khusus untuk Puskesmas Tugarni di Distrik Arguni Atas, yang berdekatan dengan lokasi kebakaran terparah yaitu Kensi dan sekitarnya, belum ada data yang diinput ke dalam aplikasi selama beberapa waktu belakangan ini, sehingga dinas belum bisa memastikan berapa banyak kasus ISPA di wilayah tersebut. (yos)



