Ketua AFK Futsal Kabupaten Pegunungan Arfak, Edward Dowansiba, dinilai sangat layak maju sebagai calon Ketua Umum KONI Papua Barat.
Sosok muda yang dinilai memiliki kapasitas, rekam jejak, dan visi transformasi yang kuat ini dikenal sekadar pemimpin struktural, tetapi juga penggerak pembinaan dari bawah. Dia membangun ekosistem futsal yang hidup, mulai dari kompetisi lokal, pembinaan usia dini, hingga membuka ruang bagi talenta muda untuk berkembang.
Pendekatan yang ia bangun bukan berbasis event semata, melainkan pembinaan berkelanjutan yang memberi dampak nyata bagi atlet muda di daerah.
Di sisi lain, dalam kapasitasnya sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Pegunungan Arfak, Edward menunjukkan kualitas kepemimpinan yang sistematis, terukur, dan berbasis kinerja. Ia terbiasa bekerja dengan perencanaan, target, serta evaluasi yang jelas, sebuah pendekatan yang sangat dibutuhkan dalam membenahi tata kelola organisasi olahraga agar lebih profesional dan akuntabel.
Kombinasi dua peran strategis ini menjadikan Edward Dowansiba sebagai figur yang tidak hanya memahami olahraga dari sisi lapangan, tetapi juga mampu membangun sistem dari sisi kebijakan dan manajemen.
Menanggapi ini, Edward Dowansiba menyatakan kesiapannya. “Olahraga Papua Barat tidak kekurangan bakat. Yang kita butuhkan adalah pelayanan organisasi yang mampu menemukan, membina, dan mengantarkan mereka sampai ke puncak prestasi. Di situlah peran kepemimpinan menjadi sangat penting,” ujar Edward Dowansiba.
Edward Dowansiba menegaskan bahwa tantangan utama olahraga Papua Barat saat ini bukan hanya soal minimnya prestasi, tetapi juga belum optimalnya sistem pembinaan yang terstruktur, merata, dan berkelanjutan. Banyak talenta muda yang belum terjangkau, banyak potensi yang belum teridentifikasi, dan banyak atlet yang belum mendapatkan dukungan maksimal untuk berkembang.
Berangkat dari realitas tersebut, Edward membawa semangat perubahan dengan menempatkan generasi muda sebagai pusat dari pembangunan olahraga. Baginya, masa depan olahraga Papua Barat hanya bisa dibangun jika dimulai dari investasi serius pada atlet muda hari ini.
Edward Dowansiba juga menekankan pentingnya perubahan cara pandang dalam pengelolaan olahraga, dari yang sebelumnya berorientasi jangka pendek dan seremonial, menjadi sistem yang berbasis data, sport science, serta pengembangan sumber daya manusia olahraga secara menyeluruh.
“Kita harus berani keluar dari pola lama. Olahraga hari ini menuntut profesionalisme, inovasi, dan keberanian untuk membangun sistem jangka panjang. Dan saya percaya, energi itu ada pada generasi muda,” tegas Edward Dowansiba.
Mengusung semangat “Saatnya Anak Muda Memimpin,” Edward Dowansiba hadir bukan hanya sebagai kandidat, tetapi sebagai simbol perubahan itu sendiri. Dia merepresentasikan generasi pemimpin baru yang berani, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta memiliki komitmen kuat untuk membawa olahraga Papua Barat ke arah yang lebih maju dan kompetitif.
Dukungan terhadap Edward Dowansiba terus menguat dari berbagai elemen, khususnya komunitas olahraga dan generasi muda yang merindukan hadirnya kepemimpinan baru yang lebih terbuka, inklusif, dan berdampak nyata.
Bagi banyak pihak, kehadiran Edward Dowansiba bukan sekadar alternatif, melainkan jawaban atas kebutuhan mendesak akan transformasi olahraga Papua Barat.
Kini, pilihan ada di tangan para pemangku kepentingan olahraga. Apakah akan bertahan pada pola lama, atau melangkah maju bersama generasi baru yang siap membawa perubahan?
Satu hal yang semakin jelas: inilah waktunya anak muda memimpin olahraga Papua Barat. (*)



