Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan MSi, mengajak alumni pendidikan kepamongprajaan menjaga persaudaraan dan meneguhkan pengabdian bagi masyarakat.
Gubernur Papua Barat menyatakan ini dalam Reuni Akbar APDN, IIP, STPDN, dan IPDN se Tanah Papua dan Kongres II Ikatan Keluarga Alumni Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan (IKAPTK) Provinsi Papua Barat, yang digelar di Manokwari, Rabu, 04 November 2025. Kegiatan dihadiri Komisioner 5 Wilayah Timur DPN IKAPTK, Dr Drs Benhur Tomi Mano MM.
Gubernur Papua Barat menyatakan pendidikan APDN, STPDN, hingga IPDN telah membentuk karakter, disiplin, loyalitas, dan integritas alumni. Jejaring alumni, katanya, adalah modal penting bagi pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan publik.
“Jabatan boleh berbeda dan tempat tugas boleh berjauhan, tetapi semangat pengabdian harus tetap satu,” ujar Dominggus Mandacan merujuk motto “Satu Korps, Satu Jiwa, Satu Pengabdian”.
Gubernur Papua Barat lalu menguraikan tiga pesan sesuai tema kegiatan, yaitu merajut kebersamaan tanpa membedakan angkatan dan jabatan, memperkuat solidaritas dan kemitraan dengan pemerintah daerah, serta mengukuhkan pengabdian dengan loyalitas, integritas, disiplin, dan profesionalisme.
Terkait kongres, Gubernur Papua Barat berharap proses berjalan demokratis lewat musyawarah mufakat. Peserta diminta memilih pemimpin yang berkapasitas, berintegritas, dan mampu merangkul seluruh alumni, dari senior hingga generasi muda.
Kepada alumni muda, Gubernur Papau Barat berbagi pengalaman kariernya mulai dari camat, Bupati Manokwari dua periode, hingga Gubernur Papua Barat dua periode.
“Percayalah, Tuhan punya rencana yang indah bagi setiap kita, jadi jangan berkecil hati,” pesan Dominggus Mandacan.
Gubernur Papua Barat lalu mengingatkan alumni menjaga kepercayaan, menghindari penyalahgunaan kewenangan, dan terus belajar karena keberhasilan diukur dari kontribusi dan keteladanan, bukan jabatan. (an/dixie)



