Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan MSi, mengingatkan kesahihan data dalam Papua Barat Ekosistem Satu Data (PAPEDA) agar keputusan yang diambil semakin tepat sehingga manfaat pembangunan semakin menjangkau masyarakat.
“Papeda membawa tanggung jawab bersama untuk menjaga kepercayaan terhadap data pemerintah. Mari kita gunakan dan rawat secara konsisten,” ujar Dominggus Mandacan dalam peluncuran Portal dan Dashboard Eksekutif PAPEDA di Auditorium PKK Papua Barat di Manokwari, Kamis, 29 Oktober 2026.
Gubernur Papua Barat mengingatkan PAPEDA adalah milik Pemerintah Provinsi Papua Barat, di mana kemampuan aparatur daerah perlu diperkuat agar pengelolaannya mandiri dan berkelanjutan.
Gubernur Papua Barat lalu menegaskan bahwa kebutuhan masyarakat pesisir, kepulauan, dan pegunungan tidak sama. Data memang membantu melihat siapa yang belum terjangkau layanan dan di mana kesenjangan terjadi, tapi data saja tidak cukup, karena data perlu dibaca bersama pengetahuan lapangan dan percakapan langsung dengan masyarakat.
“Itulah pengambilan keputusan berbasis bukti yang ingin kita perkuat lewat PAPEDA,” tegas Dominggus Mandacan.
Terkait itu, Gubernur Papua Barat memberikan enam arahan dalam pelaksanaan PAPEDA.
Selanjutnya, Gubernur Papua Barat berterima kasih pada Bappeda, Diskominfoperstatik, seluruh OPD penyedia data, dan tim pengembang. “Terima kasih kepada Kemendagri, Bappenas, BPS, serta pemerintah Australia melalui DFAT (The Department of Foreign Affairs and Trade / Kemenlu dan Perdagangan) dan program SKALA atas pendampingannya,” ungkap Dominggus Mandacan. (an/dixie)



