Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua Barat diharapkan dapat jadi success story untuk MUI di provinsi-provinsi lain di Indonesia atas kekompakan atau sinergitasnya dengan pemerintah setempat.
Hal ini dikatakan Wakil Sekjen Bidang Fatwa Metodologi MUI Pusat, Dr KH Muhammad Ziyad MA, usai silaturahmi dengan Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan MSi, di Manokwari, Minggu 04 Oktober 2026.
Selain Wakil Sekjen Bidang Fatwa Metodologi MUI Pusat, turut hadir antara lain Wakil Sekjen Bidang Infokomdigi MUI Pusat, Dr H Asrori S Karni SAg MH, dan Tim Monitoring dan Evaluasi MUI Pusat, Miftah Huda SPdI MESy.
Wakil Sekjen Bidang Fatwa Metodologi MUI Pusat menyatakan kedatangan tim MUI Pusat ke Papua Barat merupakan kunjungan kerja dan konsolidasi, sekaligus monitoring dan evaluasi MUI Papua Barat.

“Tiap dua tahun sekali MUI pusat lakukan monev di setiap provinsi. Papua Barat ini dua tahun lalu sudah masuk kategori empat besar seluruh Indonesia. Mudah-mudahan tahun ini setelah kita nilai semua aspek penilaiannya, semoga bisa meningkat dan MUI Papua Barat bisa jadi success story bagi MUI lain karena kompaknya atau sinerginya dengan pemerintah setempat,” bebernya.
Dia juga menyatakan MUI Pusat sangat mengapresiasi Gubernur Papua Barat yang sangat mendukung dan menyokong MUI Papua Barat dalam berbagai kegiatan.
“Makanya kami MUI Pusat selalu berupaya bisa bersilaturahmi dengan Pak Gubernur dalam rangka meningkatkan sinergi. Program-program pemerintah kita dukung, kalau ada program MUI kita minta dukungan pemerintah,” bebernya.
Dia juga mengapresiasi toleransi antar umat beragama Papua Barat yang sangat bagus. “Tadi pagi kami bersilaturahmi di kampus Muhammadiyah Papua Barat. 85 persen mahasiswanya dari Papua, di mana 80 persennya adalah saudara dari kaum Kristiani. Ini menunjukkan betapa toleransi di Papua Barat sungguh luar biasa tinggi dan membahagiakan kita semua,” ungkapnya.
“Makanya kami titip pada kawan-kawan MUI Papua Barat untuk terus merawat ini, menjaga ini. Bahwa keragaman, bahwa harmoni kerukunan antar umat beragama, harus saling memiliki sikap toleransi dan saling menghargai. Insya Allah Papua Barat akan terjaga harmoni dan kerukunan antar umat, yang berarti mewujudkan kelancaran pembangunan di Papua Barat,” tandasnya. (an/dixie)



