Seluruh kabupaten di Papua Barat diingatkan untuk tidak berjalan sendiri-sendiri dalam penginputan data peta potensi komoditas riil untuk memangkas hambatan informasi pada para penyedia modal.
Hal ini disampaikan Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan MSi, dalam sambutan sebelum membuka kegiatan Pembuatan Peta Potensi Investasi Provinsi dan Pemutakhiran Data Sistem Potensi Investasi Regional (PIR) di sebuah hotel di Manokwari, Selasa 22 September 2026.
Gubernur Papua Barat juga menginstruksikan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis untuk menanggalkan ego sektoral dan aktif mengawal penginputan data ini.
”Mari kita tunjukkan kepada dunia luar bahwa Papua Barat adalah daerah yang aman, ramah investasi, memiliki kepastian hukum, dan siap melangkah menuju transformasi ekonomi yang mandiri,” tutur Dominggus Mandacan.
Di tahun 2024 Pemprov Papua Barat, melalui Dinas Penanaman Modal dan PTSP, telah memetakan sejumlah sektor komoditas unggulan lokal yang memiliki nilai jual tinggi hingga ke pasar internasional.
Komoditas andalan tersebut di antaranya pertanian kakao di Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan, yang unggul karena kualitas fermentasinya, produk turunan pala di Kabupaten Fak-Fak seperti nutmeg butter dan manisan, sektor perikanan segar maupun olahan kaleng, serta industri pengolahan gas bumi di Kabupaten Teluk Bintuni yang jadi komoditas ekspor terbesar. Selain itu, sektor pariwisata juga terus digenjot sebagai daya tarik utama. (*)



