Gubernur Papua Barat Jemput Bola, Tiongkok Minat Investasi di Bandara Rendani

Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan MSi, menjemput bola potensi investasi pengusaha dan BUMN Tiongkok. Itu dilakukan dengan menemui delegasi investor Tiongkok di Jakarta, Rabu 08 April 2026.

Gubernur Papua Barat dalam pertemuan itu memaparkan sejumlah potensi yang terbuka untuk investasi di sektor kelautan, perikanan, pertanian, perkebunan, hingga minyak dan gas bumi. Juga disampaikan rencana pengembangan industri ethanol berbasis singkong sebagai bagian dari hilirisasi sektor pertanian.

Pemerintah Provinsi Papua Barat juga membuka peluang kerja sama di bidang pendidikan vokasi serta peningkatan layanan kesehatan.

Dari sisi infrastruktur, Gubernur Papua Barat menyoroti rencana pengembangan Bandara Rendani, Manokwari, yang telah tertunda selama kurang lebih enam tahun yang diharapkan dapat didukung melalui investasi.

Menanggapi hal tersebut, Nyonya Gou bersama delegasi investor Tiongkok menyampaikan minat awal mendukung pengembangan Bandara Rendani dengan investasi sekira Rp7 triliun, yang direncanakan melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Tiongkok. Realisasi investasi akan mempertimbangkan kondisi geopolitik global serta stabilitas nilai tukar.

Investor juga menawarkan peluang kerja sama di bidang teknologi, termasuk pengolahan sampah serta pengembangan telekomunikasi berbasis satelit. Delegasi Tiongkok juga mengundang Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk berpartisipasi dalam forum ekonomi regional yang akan diselenggarakan di Shanghai.

Dalam pertemuan itu sejumlah Kepala Perangkat Daerah Papua Barat turut menyampaikan paparan teknis potensi sektor kelautan dan pertambangan, kebutuhan pengembangan energi terbarukan, serta peningkatan jaringan telekomunikasi di wilayah Papua Barat.

Dibahas pula potensi blok migas, termasuk wilayah yang belum beroperasi dan rencana pelelangannya. Pada pembahasan tambahan, mengemuka rencana pembangunan fasilitas cold storage guna mendukung ekspor hasil perikanan ke China, melalui Shanghai, yang memerlukan sertifikasi Tiongkok.

Investor Tiongkok dan Pemprov Papua Barat sepakat melaksanakan pertemuan lanjutan dalam forum ekonomi regional di Shanghai pada Mei 2026.

Agenda pertemuan lanjutan tersebut meliputi partisipasi Gubernur Papua Barat sebagai pembicara, promosi potensi investasi daerah, penjajakan kerja sama lanjutan dengan investor strategis, serta kunjungan kerja ke pabrik PT KONS dalam rangka transfer teknologi pengolahan sampah.

Pemerintah Provinsi Papua Barat juga diminta menyiapkan proposal proyek strategis, khususnya di sektor bandara dan telekomunikasi, sebagai bahan tindak lanjut kerja sama.

Pertemuan ini turut dihadiri Direktur Doreka Foundation, Toni, yang berperan sebagai penghubung antara Pemerintah Provinsi Papua Barat dengan investor Tiongkok, Asisten II Setda Papua Barat, Plt. Kepala Bappeda Papua Barat, Kepala Dinas Perhubungan Papua Barat, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Papua Barat, Kepala Dinas ESDM Papua Barat, Kepala Biro Administrasi Pembangunan Papua Barat, serta Kepala Badan Penghubung Papua Barat. (*)

Previous articlePemkab Kaimana Diminta Pertinggi Talut Kampung Wamesa