Penerimaan peserta didik baru di SMA Taruna Kasuari harus murni hasil seleksi dan tak boleh dicederai dengan praktik titipan atau intervensi siapapun.
Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, menegaskan hal tersebut dalam peninjauan lokasi pembangunan SMA Taruna Kasuari Nusantara Kampung Dindey, Distrik Warmare, Kabupaten Manokwari, Kamis 15 Januari 2026.
Gubernur Papua Barat menyatakan seleksi masuk SMA Taruna Kasuari Nusantara dilakukan secara ketat, objektif, dan berjenjang, sehingga hanya siswa dengan kemampuan akademik, karakter, dan disiplin terbaik yang dapat diterima.
“Sekolah ini disiapkan untuk anak-anak yang benar-benar pintar dan siap dibina. Tidak ada lobi kiri kanan,” ingat Dominggus Mandacan.
Dominggus Mandacan mencontohkan di lingkaran terdekatnya sendiri di mana anak dari sopir pribadinya tetap diwajibkan mengikuti seluruh tahapan seleksi tanpa perlakuan khusus.
“Saya minta ikut seleksi sesuai aturan. Puji Tuhan, anaknya lulus murni tanpa lobi,” ungkap Dominggus Mandacan.
Gubernur Papua Barat menegaskan bila ditemukan ada lobi, tekanan, atau titipan dalam proses penerimaan siswa baru, pihak sekolah diminta tidak ragu untuk melaporkannya. Dia meminta kepala sekolah SMA Taruna Kasuari Nusantara tegas dan menjaga integritas lembaga pendidikan tersebut. (*)



