Ada Klaim Lahan Pembangunan SMA Taruna Kasuari Nusantara Papua Barat

Kelancaran pembangunan SMA Taruna Kasuari Nusantara di kawasan Kampung Dindey, Distrik Warmare, Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat berpotensi terkendala masalah pembayaran pembebasan sejumlah petak lahan senilai Rp2,9 M.

Masalah ini diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat, Barnabas Dowansiba, dalam peninjauan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, ke lokasi sekolah tersebut, Kamis 15 Januari 2026.

Barnabas Dowansiba menyatakan persoalan lahan itu diketahuinya saat melakukan pengecekan awal di lokasi dalam kapasitasnya sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Papua Barat. Kala itu dia sempat dihadang masyarakat pemilik hak ulayat yang mempertanyakan kejelasan pembayaran lahan mereka.

Barnabas Dowansiba berharap persoalan tersebut harus diselesaikan lebih dulu agar tidak menghambat pembangunan SMA Taruna Kasuari Nusantara Papua Barat di lahan seluas 20 hektare ini.

Menanggapi ini, Gubernur Papua Barat menyatakan akan memeriksa kembali seluruh data dan pihak yang bertanggung jawab atas pembayaran lahan. “Sebenarnya kita sudah bayar lunas, tetapi akan kita cek kembali secara detil dan transparan agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” ujar Dominggus Mandacan.

Gubernur Papau Barat tak menampik kemungkinan adanya oknum yang memanfaatkan situasi, sehingga menimbulkan klaim pembayaran lahan yang belum jelas.

Gubernur Papua Barat menegaskan apabila hasil verifikasi menemukan ada petak lahan yang secara sah belum dibayar, maka Pemprov Papua Barat akan mengalokasikan anggarannya.

Gubernur Papua Barat menegaskan pembangunan SMA Taruna Kasuari Nusantara ditargetkan berjalan sesuai rencana. Dominggus Mandacan berharap sekolah tersebut dapat diresmikan sebelum masa jabatannya berakhir.

Dominggus meminta agar proses penyelesaian lahan dipercepat dan mengharapkan dukungan dari pemilik hak ulayat serta masyarakat sekitar agar pembangunan tidak terhambat.

Selain SMA Taruna Kasuari Nusantara, Dominggus menyebut Papua Barat juga akan memiliki Sekolah Unggulan Garuda, program pemerintah pusat, yang direncanakan dibangun di atas lahan seluas 20 hektare di Kampung Susweni dan ditargetkan mulai dibangun tahun ini. (*)

Previous articleGubernur Papua Barat Ingatkan Guru Besar Bukan Semata Gelar Akademis
Next articlePenerimaan Siswa SMA Taruna Kasuari Nusantara Harus Murni Hasil Seleksi Bukan Titipan