Arus globalisasi, digitalisasi, dan perubahan sosial yang begitu cepat bisa mengikis nilai-nilai luhur budaya kita. Oleh karena itu, pemimpin masa depan harus mampu memadukan inovasi dengan tradisi, modernisasi dengan kearifan lokal, serta kemajuan dengan karakter bangsa.
Hal ini diingatkan Gubernur Papua Barat, Drs Dominggus Mandacan MSi, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Papua Barat Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Nency Titty Lydya Wyzer SH MM, dalam pembukaan Pelatihan Kepemimpinan Pelaku Budaya gelaran Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Papua Barat di Hotel Oriestom Bay Manokwari, 02 Desember 2025.
Untuk itu, Gubernur Papua Barat berharap para peserta pelatihan dapat menggali kembali nilai-nilai budaya sebagai fondasi kepemimpinan, mengembangkan memimpin dengan ketrampilan pendekatan inklusif, beretika, dan berkarakter, dan menjadi agen pelestari budaya sekaligus motor penggerak pembangunan yang berkelanjutan.
Gubernur Papua Barat menegaskan pelatihan ini memiliki makna strategis dalam upaya membentuk pemimpin-pemimpin yang tidak hanya cakap secara manajerial, tetapi juga berakar kuat pada nilai-nilai budaya bangsa.
Kepemimpinan yang berlandaskan budaya, ungkap Gubernur Papua Barat, akan mencerminkan kearifan lokal, memperkuat identitas, serta mampu menjawab tantangan global dengan tetap menjaga jati diri.
“Semoga pelatihan ini menghasilkan pemimpin-pemimpin berintegritas, kreatif, dan berbudaya, yang mampu membawa daerah dan bangsa kita menuju masa depan yang lebih baik,” harap Dominggus Mandacan. (an/dixie)



