Pramuka dan EcoNusa Jaga Ekosistem Mangrove Lewat Badge Challenge

Pramuka dan EcoNusa Jaga Ekosistem Mangrove Lewat Badge Challenge
Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Budi Waseso, dan CEO Yayasan EcoNusa, Bustar Maitar.

Kwarnas Gerakan Pramuka dan Yayasan EcoNusa berkolaborasi menjaga kelestarian ekosistem mangrove melalui mangrove badge challenge sebagai bagian dari Tanda Kecakapan Khusus (TKK) bagi anggota Pramuka pada tingkat Siaga, Penggalang, Penegak, hingga Pandega.

Siaran pers EcoNusa menyebutkan, tiap anggota Pramuka wajib melewati tantangan (challenge) untuk mendapatkan badge mangrove tersebut.

“Workshop Modul Belajar Mangrove ini merupakan salah satu cara dalam pendidikan dan pembinaan Gerakan Pramuka terkait upaya pembentukan generasi muda yang peduli terhadap pelestarian lingkungan hidup,” kata Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Budi Waseso, saat membuka Workshop Modul Belajar Mangrove di area Bumi Perkemahan Cibubur, 14 November 2023.

Mangrove badge challenge ini akan diujicobakan di Kwartir Cabang dan Kwartir Daerah DKI Jakarta, Bogor, Tangerang, Tangerang Kota, Bekasi, Depok, dan Provinsi Maluku. Setelah masa uji coba, mangrove badge challenge akan diimplementasikan di seluruh Indonesia pada 2024-2025 oleh lebih dari 25 juta anggota Pramuka.

Pramuka dan EcoNusa Jaga Ekosistem Mangrove Lewat Badge ChallengeSelanjutnya, Kwarnas Gerakan Pramuka berencana mengajukan badge mangrove tersebut ke tingkat dunia melalui beberapa tahap pada 2025 hingga 2028. Jika semua berjalan lancar, mangrove badge ini akan menjadi badge pertama yang diusulkan oleh Pramuka Indonesia ke Asia-Pacific Scout Region, World Organization of the Scout Movement.

Terkait itu, CEO Yayasan EcoNusa, Bustar Maitar, mengatakan mangrove badge challenge merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara Yayasan EcoNusa dengan Kwarnas Gerakan Pramuka pada 2022.

Dia menyebutkan mangrove Indonesia mampu menyimpan 3,14 miliar ton karbon dioksida, atau sepertiga dari stok karbon pesisir dunia, sehingga berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim global.

“Hutan mangrove memiliki kemampuan tiga kali lebih besar dalam menyerap gas rumah kaca dibanding hutan tropis. Mangrove juga menjadi sumber penghidupan bagi masyarakat pesisir. Masyarakat bisa menangkap ikan, kepiting, hingga kerang dari ekosistem tersebut,” bebernya.

Bustar berharap mangrove badge challenge ini bisa menjadi wadah anggota Pramuka untuk melakukan aksi besar menjaga kelestarian lingkungan. “Ini sesuai dengan tujuan Gerakan Pramuka agar setiap anggotanya menjadi manusia yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan hidup, juga sejalan dengan misi Yayasan EcoNusa dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkeadilan dan berkelanjutan,” ujarnya.(*/dixie)

Previous articleMawar Boxing Day Tournament Bergulir, Mansel Diharapkan jadi Tuan Rumah Pelatda
Next articleAll Star Perseru vs All Star Perseman Gelar Laga Nostalgia