Anggaran 55 M, 19 Tiang Kantor PN Kaimana Diduga Bermasalah, Perampungan Diperpanjang Oktober

Anggaran 55 M, 19 Tiang Kantor PN Kaimana Diduga Bermasalah, Perampungan Diperpanjang Oktober
Kondisi pembangunan gedung PN Kaimana akhir Agustus 2023. (Inzet) Humas PN Kaimana, Robert Mangatur Siahaan SH MH.

Pembangunan gedung kantor PN Kaimana diinfokan bermasalah. Diduga ada 19 tiang di gedung dua lantai itu yang miring pemasangannya.

Pembangunan gedung itu dikabarkan dijadwalkan rampung Agustus 2023.

Hanya saja, pantauan papuakini pada 30 Agustus 2023  menunjukkan pembangunan di Jalan Batu Putih ini tak mungkin rampung di Agustus 2023 ini.

Proyek dengan anggaran Rp55 M dari APBN ini dikerjakan PT Markinah dengan jangka waktu 305 hari kerja, dengan PT Gubahreka Consultant sebagai konsultan supervisinya.

Papuakini, yang mendatangi lokasi pembangunan kantor PN di Jalan Batu Putih pada 29 Agustus 2023, meminta ijin pada seorang pria yang mengaku berasal dari PT Gubahreka Consultant untuk memotret gedung tapi tidak diijinkan. Alasannya harus seijin pihak owner.

Terkait keterlambatan ini,
Project Manager PT Markinah, Willy, yang menghubungi papuakini via telpon selulernya, mengatakan ada perjanjian atau addendum yang telah dibuat.

“Yang terakhir disepakati itu berakhir di bulan Oktober,” ungkapnya.

Willy juga menyebut jika sebenarnya tidak ada kendala, tetapi memang namanya sebuah proyek, ada yang pasti dan tidak pasti. Misalnya saat melaksanakan mungkin ada perbedaan dengan yang direncanakan dan perlu ada penyesuaian dan itu hal yang biasa.

“Ada juga yang kadang bisa lebih cepat, itu kan lebih bagus. Biasanya dalam perencanaan, jadwalnya diperlonggar namun pekerjaanya dibuat cepat oleh kontraktor dan sebaliknya,” jelas Willy.

Ketika dikonfirmasi terkait informasi adanya dugaan 19 tiang bangunan yang bermasalah, Willy mengaku tak bisa memberikan penjelasan lebih dan menganjurkan untuk bertemu owner.

Dia juga bertanya kepada papuakini apakah informasi itu baru didapat atau sudah lama dan yang dimaksud tiangnya bermasalah itu terletak di mana.

“Yang saya tahu tidak sebanyak itu. Coba nanti konfirmasi lagi ke Owner. Kemudian yang dimaksud dengan bermasalah itu diperjelas dulu, apakah bisa diperbaiki atau tidak bisa diperbaiki. Tetapi yang saya tahu, itu bisa diperbaiki dan pasti diperbaiki,” tegas Willy tanpa memberitahu apakah masalah tersebut terletak pada tiang yang miring.

Sementara itu, Wakil Ketua PN Kaimana melalui Humasnya Robert Mangatur Siahaan SH MH, yang ditemui papuakini pada 29 Agustus 2023, menegaskan pihaknya terus melakukan pengawasan secara ketat terhadap pekerjaan pembangunan kantor PN Kaimana.

Ketika dijumpai Robert mengatakan pimpinan sedang melakukan perjalanan dinas luar, sehingga dirinya yang diberikan kepercayaan untuk bertemu dengan papuakini yang telah lebih duu menyampaikan maksud dan tujuan pertemuan dalam buku tamu.

Pria yang telah dua tahun mengabdi di PN Kaimana ini menyebut jika target yang pernah disampaikan oleh pihak perusahan kepada awak media tentang rencana rampungnya pembangunan di bulan Agustus 2023 mungkin didasarkan pada beberapa pertimbangan dari pihak perusahan.

“Saya sebagai Humas mungkin tidak semua informasi diberikan kepada saya, karena ada panitia tersendiri di PN Kaimana yang ditunjuk untuk mengawasi proyek itu,” terangnya.

Dia lalu menjelaskan, pembangunan kantor PN Kaimana bersumber dari APBN dengan sistem multiyears. Untuk Pokjanya langsung di Mahkamah Agung, sementara PN Kaimana hanya bertugas melakukan pengawasan.

“Kami melaksanakan pengawasan dan tidak henti-hentinya mendorong agar pembangunan gedung ini tidak main-main dan tetap memperhatikan kualitas,” tegasnya.

Dikatakan, PN Kaimana tidak diberikan kewenangan untuk mengelola anggaran, melainkan hanya melakukan pengawasan dan melanjutkan pengajuan dari pihak pekerja sesuai prospek pekerjaan.

“Semua pengelolaan anggaran bukan di kita, tetapi semua dari atas. PN Kaimana hanya mengawasi dan tidak berhubungan untuk mengelola anggaran. Kalau fisiknya sudah selesai sekian persen, pengajuanya ke kami lalu kami proses. Itu saja,” ujarnya.

Ketika disinggung terkait adanya informasi dugaan tiang pancang yang bermasalah, dirinya mengaku tidak mengetahui tentang hal tersebut karena tidak terlibat langsung dalam pertemuan yang biasa digelar antara pihak pekerja dengan tim di PN Kaimana.

“Biasanya ada pertemuan yang dibuat. Dalam pertemuan itu, pihak pekerja memaparkan hasil pekerjaan mereka kepada tim kami. Saya yakin, kalau ada temuan di lapangan, pasti akan diingatkan kepada mereka untuk memperbaikinya, tidak mungkin dibiarkan. Pimpinan kami juga sangat concert terhadap Pembangunan PN Kaimana dan tidak main-main,” tegasnya.

Dia lalu menyampaikan terimakasih kepada Pers karena telah bersama-sama mengawasi pelaksanaan pembangunan kantor PN Kaimana ini. Walau begitu, Robert juga berpesan bahwa jika nantinya masih ada informasi yang kurang silahkan menemui langsung pimpinan mereka sepulangnya dari perjalanan dinas luar.

Untuk diketahui, pembangunan Kantor Pengadilan Negeri Kaimana merupakan proyek multi-years yang masuk di tahun anggaran 2022-2023. Kantor ini dibangun dua lantai dengan luas 2500 meter persegi, dan berdiri di atas lahan hibah seluas 9000 meter persegi.(yos)

Previous articleOTK Diduga Bakar Ruang Kelas SMPN Bofuwer Kaimana
Next articleMansel Mutasi 19 Pejabat Eselon II, Termasuk Sekda