Dominggus Mandacan Ingatkan PAM GKI Pendidikan dan Adat Budaya

Dominggus Mandacan Ingatkan PAM GKI Pendidikan dan Adat Budaya
Sesepuh GKI di Tanah Papua, juga Kepala Suku Besar Arfak, Drs Dominggus Mandacan MSi (kanan), jadi salah satu pembicara di Temu Raya IV PAM (Persatuan Anggota Muda) GKI se Tanah Papua di Jemaat GKI Sion Sibena, di Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, 18 Juli 2023, didampingi Ketua Badan Pekerja Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt Andrikus Mofu MTh.

Sesepuh GKI di Tanah Papua, Drs Dominggus Mandacan MSi, mengingatkan PAM (Persatuan Anggota Muda) GKI se Tanah Papua untuk senantiasa menjalani pendidikan dengan tanpa melupakan adat dan budaya.

Dominggus Mandacan menyatakan itu saat jadi salah satu pembicara dalam Temu Raya IV PAM GKI se Tanah Papua di Jemaat GKI Sion Sibena, di Bintuni, Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, pada 18 Juli 2023.

Di hadapan ratusan anggota PAM yang hadir dalam kegiatan tersebut, Dominggus Mandacan, yang juga Kepala Suku Besar Arfak, menyatakan pendidikan tersebut bukan cuma dari pendidikan formal tapi juga dari pendidikan agama seperti Sekolah Minggu dan PAM.

“Para pemimpin semua berawal dari gereja. Berawal dari Sekolah Minggu. Dari PAM. Saya anggota PAM GKI Efata di Mangoapi dan GKI Efata Serui. Kita ditempa dan disiapkan jadi pemimpin-pemimpin pemerintahan, adat, dan masyarakat,” tutur Gubernur Papua Barat periode 2017-2022 ini dalam kegiatan yang dibuka Ketua Badan Pekerja Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt Andrikus Mofu MTh, tersebut.

Dominggus Mandacan mengatakan banyak sekali pengalaman dan buah manis yang diraih saat jadi PAM. “Dari tak bisa berdoa jadi bisa dan sering berdoa. Dari jarang baca Alkitab jadi sering baca Alkitab. Dari tak aktif di ibadah PAM maupun gereja jadinya bisa rajin dan kegiatan gereja lainnya,” ungkap Dominggus Mandacan dalam kegiatan yang turut dihadiri Bupati Teluk Bintuni, Ir Petrus Kasihiw MT, ini.

Oleh karena itu, dia yakin akan ada dari peserta Temu Raya IV PAM ini yang akan jadi pemimpin-pemimpin di bidangnya masing-masing di tingkat kabupaten/kota, provinsi, dan bahkan nasional.

Dominggus Mandacan menegaskan SDM di Tanah Papua tak boleh kalah dengan yang lain. Selain itu, llmu pengetahuan dan keahlian yang dimiliki anak-anak Papua harus digunakan sebaik mungkin untuk menggali dan mengelola potensi sumber daya alam Tanah Papua yang sangat kaya sehingga meninggalkan mata air untuk generasi berikut bukan air mata.(an/dixie)

Previous articleDominggus Mandacan Dapat Penghargaan di HUT 71 GMAHK Pionir Brawijaya Manokwari
Next articleSambut HUT ke-78 RI, Pemkab Kaimana Bagi Bendera Merah Putih