Sekilas Tentang Almarhum Pater Anton Tromp OSA

Sekilas Tentang Almarhum Pastor Anton Tromp OSA
Pater Anton Tromp OSA.

Oleh: NN

Pater Anton Bartolomeus M Tromp OSA (1945-2023) adalah salah satu Pater misionaris Augustin (OSA) yang berasal dari Belanda. Dia lahir di Haarlem, Sparrenstraat, 20 Maret 1945.

Pater Tromp, memulai pendidikannya dari Taman Kanak-Kanak (TK) di St Liduina Haarlem (1950). Tahun 1957 dia menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar/Sederajat di St Petrus Canisus, Timorstraat, Haarlem Pius X, Reviusstr.

Pada tahun 1962 ia menamatkan studinya dari SLTA di Mendelcollege (HBS-A), Haarlem. Sesudah menyelesaikan studinya di SLTA, ia mengikuti kursus seminar bahasa Latin dan Yunani di Triniteitslyceum Haarlam (1962-1963), NUFFIC di TU Eindhoven.

Pada 1963 Pater Tromp masuk biara Novisiat Augustin di Witmarsum, dan pada 29 Oktober 1967 di Nijmegen dia menerima Kaul Kekal untuk hidup sebagai seorang biarawan Augustin (OSA) secara penuh.

Pada tanggal 20 Januari 1970 Pater Tromp tiba di Jakarta lalu melanjutkan perjalanan misinya menuju Papua, tepatnya di wilayah kepala burung (Manokwari), lalu ditugaskan menjadi Pater pembantu St Yohanes di Bintuni (1970-1973).

Tahun 1975-1996 Pater Tromp ditugaskan menjadi Delsos Keuskupan Manokwari Sorong dan Ketua Yayasan Sosial Augustinus, menjadi pembina SMU YPPK Augustinus-Sorong (1975-1995), Kepala Kantor Keuskupan Manokwari Sorong (1987-1995), Vikjen atau Wakil Uskup Manokwari-Sorong (1987-1995), Administrator Diosesan Keuskupan Manokwari Sorong (1988) dan PJS Paroki Kristus Raja Sorong (1994-1995). Masih banyak tugas lain yang diembannya baik dalam lingkungan Keuskupan maupun dalam Regio Ordo Santo Augustinus.

Setelah 25 tahun berstatus WNA, pada tahun 1995 Pater Tromp resmi menjadi Warga Negara Indonesia.

Pada tahun 1995 pindah ke Manokwari dan menjadi Pater Paroki di Gereja St Agustinus Brawijaya. Lima tahun kemudian dia kembali ke Sorong Aimas, lalu membangun SMP dan SMA Seminari Petrus Van Diepen di sana.

Pada tahun 2010 dia kembali ke Manokwari dan mendirikan SMA Villanova di Kampumg Susweni. Lima tahun kemudian dia membangun SMP Villanova di Maripi.

Pater Tromp meninggalkan legacy sebagai salah satu bapa pendidikan bermutu di Papua yang mendidik anak-anak Papua tanpa melihat latar belakang mereka, sebagaimana misionaris-misionaris sebelumnya.

Pesan penting Pater Tromp untuk pendidikan bahwa “Sekolah ini hanya pelengkap, pendidikan ideal ada di keluarga. Kalau di keluarga tidak beres, maka sekolah tidak bisa berbuat banyak. Dari mana orang tua dapat belajar mendidik anak-anaknya? Apakah ada ‘sekolah’ di mana kita dapat belajar menjadi ‘seorang ayah yang baik’, seorang ibu yang baik’? Tidak ada. Tetapi turun-temurun, generasi demi generasi, Tuhan Allah memampukan kita untuk membesarkan dan mendidik anak-anak. Walau Pendidikan formal terbatas, walau kita tergolong ‘orang miskin’, semua orang bisa mendidik anak-anaknya. Hal-hal itu kita belajar di keluarga asal kita. Karena itu inti pokok ‘program’ pendidikan adalah Kasih. Kasih adalah segala-galanya. Setiap orang dapat mengasihi, dapat menyalurkan kasih Allah, dapat menyatakan dengan pelukan kasih kepada anaknya bahwa ia dikehendaki, dihargai, dilahirkan Allah, dititipkan sebagai hadiah Allah kepada orang tuanya. Pendidikan karakter itu lebih ke keluarga,”ujar Rektor SMP Vilanova itu.

Ad Vitam Aeternam, sang misionaris sejati yang mencintai Papua dengan seluruh hidupmu, kesetiaanmu, bahkan meninggalkan Negara asal dan menjadi warga negara Indonesia, menjadi orang Papua, Tuhan Allah yang Maha Rahim menempatkanmu pada keabadian bersama para kudus.(*)

Previous articleKetua PDI Perjuangan Papua Barat Sesalkan Mendagri Perpanjang Pj Gubernur Papua Barat Sampai Pensiun
Next articleTangguh LNG Geber Program Baru Percontohan Listrik Off-Grid di Teluk Bintuni dan Fakfak