SPBU Nelayan di Kaimana saat ini baru memasuki tahap soft opening dengan penjualan BBM industri. Sementara grand opening secara resmi baru akan digelar setelah izin kuota BBM subsidi tersedia.
Fredy Thie yang merupakan penggagas berdirinya SPBU Nelayan kepada papuakini.net mengatakan, pada tahap soft opening ini SPBU Nelayan baru melayani penjualan minyak industri.
“Saat ini baru soft opening dengan penjualan BBM industri. Nanti ada grand opening setelah tersedianya kuota BBM bersubsidi,” jelas Fredy Thie via seluler, Rabu 28 Oktober 2026.
Dikatakan, pelayanan BBM subsidi untuk nelayan dan petani belum dibuka karena harus ada data penerima dari pemerintah daerah, yang kemudian diusulkan agar dikeluarkanya ijin penjualan BBM subsidi.
Dia menjelaskan grand opening akan dilakukan secara seremonial dengan mengundang pemerintah daerah, Pertamina, dan beberapa pihak lain yang terkait.
Masih lanjut bupati Kaimana periode 2021-2024 ini, pasca grand opening, diharapkan kuota yang diberikan bisa mengcover seluruh nelayan dan petani yang ada di Kabupaten Kaimana.
Data nelayan dan petani tersebut, disiapkan oleh pemerintah daerah melalui rekomendasi dari dinas terkait, seperti yang terjadi di SPBU reguler selama ini.
“Jadi yang menentukan nama-nama penerima BBM subsidi adalah pemerintah daerah dan kuotanya akan disesuaikan dengan data tersebut,” ujarnya.

Dia menambahkan, sesuai regulasi, SPBU reguler yang berada di dekat Tugu Lumba-lumba sebenarnya tidak boleh melayani pembelian jerigen. SPBU itu hanya untuk kendaraan roda dua, roda empat, dan roda enam.
“Tapi selama ini karena ada kebijakan, maka SPBU itu melayani juga pembelian jerigen untuk nelayan berdasarkan rekomendasi Dinas Perikanan dan Kelautan,” sebutnya.
Untuk itu, dengan beroperasinya, SPBU Nelayan dirinya berharap data penerima kuota menjadi jelas dan terukur, sehingga nantinya tidak menjadi beban bagi masyarakat.
“Harapan nanti dengan beroperasinya SPBU Nelayan ini, kuota yang diberikan datanya jelas, sehingga masyarakat tidak menjadi beban,” tutupnya.
Sementara itu, David Makatita, petugas SPBU Nelayan, mengatakan SPBU ini sudah dibuka seminggu lebih setelah dilakukan tera pompa.
Jenis BBM non subsidi yang dijual saat ini adalah Pertamax Rp 16.300 per liter dan Dexlite Rp 24.200 per liter.
“Karena BBM subsidi belum tersedia, kami juga melayani pembelian untuk kendaraan roda dua maupun roda empat,” terang David.
Menurut David, selama seminggu beroperasi, banyak masyarakat dari kampung yang datang membeli BBM karena mereka tidak perlu lagi mengeluarkan biaya sewa mobil maupun motor ojek.
“Karena lokasinya di pinggir pantai, mereka datang sandar perahu di pinggir pantai, terus jalan kaki datang isi minyak. Jadi tidak perlu lagi sewa mobil maupun motor ojek,” ujarnya. (yos)



