Pemkab Kaimana menetapkan tahun 2027 sebagai momentum pemantapan pelayanan publik dan nilai tambah ekonomi. Hal ini ditegaskan Wakil Bupati Kaimana, Isak Wariensi, saat menutup Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD 2027 di Gedung Pertemuan Krooy, Selasa 10 Maret 2026.
Wabup Kaimana meminta seluruh pimpinan OPD segera mengakomodasi masukan forum ke dalam rencana kerja dengan mempertimbangkan skala prioritas dan kemampuan fiskal daerah.
Wabup Kaimana lalu menyatakan meski PDRB Kaimana tumbuh 1,61% pada 2025, sektor pertanian masih terkontraksi. Pemkab mendorong strategi hilirisasi komoditas unggulan agar petani dan nelayan tidak lagi menjual bahan mentah.
Di sisi sosial, angka kemiskinan Kaimana berhasil turun ke 13,83% pada 2025.
Wabup Kaimana kemudian menekankan pentingnya basis data presisi untuk penyaluran insentif sosial dan pelayanan publik. Selain itu, pembangunan infrastruktur dipastikan merata di seluruh distrik tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan. (yos)


