Elemen masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi diajak untuk tidak melakukannya selama pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV 2026 di Manokwari, Papua Barat.
“Kami minta tahan diri, dan baru menyampaikan aspirasi mereka setelah Pesparawi Nasional XIV 2026 selesai,” ujar tokoh pemuda Arfak, Yosua Sayori SSos, 18 Juni 2026.
Yosua Sayori mengatakan penyampaian aspirasi, termasuk melalui unjuk rasa, merupakan hak masyarakat yang dijamin undang-undang. Tapi, unjuk rasa kurang tepat bila dilakukan di Pesparawi Nasional XIV yang merupakan kegiatan keagamaan.
“Soal demo sampaikan aspirasi itu teman-teman punya hak. Tapi mari kita sama-sama hargai kegiatan Pesparawi. Setelah selesai teman-teman bisa buat aksi demo damai untuk sampaikan aspirasi ke pemerintah,” ajaknya.
Dia mengatakan pernyataan Kepala Suku Besar Arfak, Drs Dominggus Mandacan MSi, sudah sangat jelas terkait Pesparawi Nasional XIV ini.
“Semua suku besar Arfak dan Doreri siap jaga situasi kondusif Pesparawi Nasional. Bukan cuma Arfak dan Doreri, tapi suku-suku Papua lainnya dan suku-suku Nusantara,
mari kita gandeng tangan jaga kamtibmas. Kita harus tunjukkan yang terbaik untuk seluruh peserta. Mereka datang dengan bahagia dan senyum, lalu pulang dengan bahagia dan senyum pula,” tuturnya. (an/dixie)



