Masyarakat di kampung Ururu dan Urubika memalang kantor Distrik Yamor, Kabupaten Kaimana pada Jumat, 16 Januari 2026.
“Ada tiga tempat yang dipalang, yaitu kantor distrik, rumah kepala distrik, dan rumah pegawai Distrik Yamor,” ujar Kapolsek Teluk Etna, Ipda Ricky Eramuri, melalui Kapospol Yamor, Bripka Marthen Wayoi pada papuakini, Sabtu 17 Januari 2026.
Pemalangan dilakukan sekira 30 warga dari kampung Ururu dan Urubika dipimpin tokoh adat Sepnat Anggua, tokoh pemuda Haryono Wermuna, dan kepala dusun Kampung Ururu, Steven Maniba.
“Walau ada peristiwa ini, namun hingga saat ini, situasi kamtibmas di Distrik Yamor masih aman dan terkendali,” tutur Kapospol Yamor.
Ada sejumlah tuntutan masyarakat terkait pemalangan tersebut, antara lain, pergantian Kepala Distrik Yamor dengan anak asal Yamor dan melengkapi staf pegawai distrik dan penjelasan Bupati Kaimana dan Wakil Bupati Kaimana terkait anak-anak Yamor yang tidak lolos seleksi CPNS.
TANGGAPAN BUPATI KAIMANA
Menanggapi ini, Bupati Kaimana, Drs Hasan Achmad, sudah melakukan pertemuan terbatas soal itu. “Berkaitan dengan harapan masyarakat, Insyaallah dalam waktu dekat, Wakil bupati akan melakukan perjalanan ke sana. Berkunjung ke sana untuk menyampaikan pada masyarakat tentang kebijakan-kebijakan yang diambil. Termasuk nanti kita akan secepatnya juga mengisi jabatan kepala distrik di Yamor dan kemudian kita juga akan melengkapi dengan perangkat distrik,” beber Bupati Kaimana pada papuakini di ruang kerjanya, Senin 19 Januari 2026.
Bupari Kaimana menegaskan pemerintahan distrik adalah kepanjangan tangan pemerintah kabupaten, di mana kepala distrik wajib memimpin penyelenggaraan pemerintahan dan memberikan pelayanan umum pada masyarakat distriknya dengan baik.
Bupati Kaimana lalu menyatakan yang terjadi di Distrik Yamor karena kepala distrik selama ini berhalangan ada di distrik, sehingga pelayanan masyarakat terhambat.
“Itu yang menyebabkan masyarakat kecewa. Kekecewaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah distrik ini saya anggap wajar,” ungkap Bupati Kaimana.
Bupati Kaimana lalu mengatakan Pemkab Kaimana akan memperjuangkan pelengkapan infrastruktur pemerintahan distrik ke pemerintah provinsi maupun pusat, karena tidak mungkin menempatkan orang di distrik tanpa fasilitas perumahan dan sarana prasarana lain guna memberikan rasa aman bagi pegawai yang bertugas di sana.
Bupati Kaimana menambahkan masyarakat di Kabupaten Kaimana sangat antusias terhadap pemerintahan, tapi dihadapkan pada berbagai kendala dan keterbatasan.
“Seperti di Yamor kita menghadapi kendala transportasi darat karena rusaknya ruas jalan menuju Yamor. Sudah diusahakan perbaikan dari pemerintah provinsi tapi kemarin jadi kendala karena pembiayaan tidak tersedia sehingga tidak dapat dilakukan. Mudah-mudahan pada 2026 ini ruas jalan tersebut dapat terbangun kembali,” beber Bupati Kaimana.
Bupati Kaimana selanjutnya menegaskan pergantian Kepala Distrik Yamor diusahakan dalam waktu dekat. Terkait harapan agar kepala diatrik bisa berasal dari putra daerah setempat, akan jadi perhatian.
Menyangkut hasil test CPNS formasi tahun 2021 yang baru diumumkan, yang dinilai masyarakat tidak mencerminkan keterwakilan dari Distrik Yamor dan Etna, Bupati Kaimana mengingatkan itu berdasarkan hasil seleksi. Pemerintah daerah tidak intervensi dalam menentukan kelulusan karena itu tergantung pada peserta seleksi masing-masing.
“Kita memang tidak mempunyai suatu model untuk bisa mengakomodir untuk Yamor dan Etna, hingga seolah-olah terlihat bahwa keterwakilan itu lebih didominasi oleh orang-orang dari Teluk Arguni, Kambrauw, Mairasi dan Buruway,” ucap Bupati Kaimana.
Bupati Kaimana mengakui untuk menangani rasa keadilan ini harus dilakukan upaya sungguh-sungguh, agar semua bisa memiliki kesempatan untuk berpartisipasi didalam jabatan-jabatan pemerintahan. (yos)




