Anak Muda Bintuni Yakin Piet-Matret Mampu Wujudkan Pemerataan Pembangunan

Anak muda Teluk Bintuni sekarang sudah mulai keluar dari zona nyaman mereka karena ada perubahan di Teluk Bintuni yang signifikan, terutama pembangunan infrastruktur, bantuan keagamaan dan bantuan yang menyasar petani dan nelayan, serta program-program pendidikan serta kesehatan yang dilaksanakan calon petahana Ir Petrus Kasihiw MT dan Matret Kokop SH.

Ini dikatakan Muksin Inai, tokoh pemuda dari Sebyar.

Muksin mengatakan pembangunan yang dilakukan Piet-Matret merupakan hal yang berkesinambungan yang tak hanya fokus pada kelompok masyarakat tertentu, namun merata ke seluruh golongan masyarakat.

“Ya itulah kenapa Pak Piet (sapaan akrab Petrus Kasihiw, red) dan Pak Matret ini bisa dikatakan bapak seluruh masyarakat. Bukan hanya kepada sekelompok masyarakat saja, namun bagi seluruh elemen,” ujar Muksin dalam keterangan pers yang diterima papuakini.

Dia melihat pemikiran anak muda di Teluk Bintuni sudah mulai bergeser. Tak seperti anak-anak muda lain yang hanya berpikir statis, anak muda Teluk Bintuni sudah bisa lebih kreatif, memanfaatkan infrastruktur yang telah dibangun.

“Anak muda Teluk Bintuni saya lihat mulai mengeksplorasi kreativitas mereka. Adanya pemerataan akses komunikasi ini menyebabkan semua hal gampang untuk kemudian dipelajari secara online. Ini bagus. Anak muda Teluk Bintuni bisa mendobrak stigma. Ini pentingnya pembangunan sumber daya manusia yang menjadi misinya Pak Piet dan Pak Matret,” imbuh Muksin.

Tokoh pemuda Teluk Bintuni lainnya, Yohanes Akwan SH, mengatakan hal serupa.

“Kita lihat itu di spot-spot tertentu di Bintuni. Anak muda itu ramai-ramai bikin vlog. Ini bukti yang dibangun Piet – Matret bermanfaat bagi anak muda Bintuni. Akses internet dan komunikasi ini dibangun oleh Piet-Matret sebagai bagian dari visi misi mereka. Mereka ingin masyarakat Bintuni bisa mengeksplorasi potensi mereka yang bisa didapatkan dari internet. Ini kan bagus,” kata Yohanes.

Bantuan yang diberikan Piet – Matret selalu sesuai dengan kebutuhan masyarakat lantaran mereka punya skala prioritas dalam menentukan pembangunan wilayah.

“Program dan bantuan yang diberikan tepat sasaran, masyarakat Teluk Bintuni pun percaya kepada Pak Petrus Kasihiw,” tutur pria yang dikenal sebagai Anes ini.

Oleh karenanya, Anes berharap masyarakat kembali memberikan kepercayaan kepada Piet – Matret untuk memegang tongkat estafet kepemimpinan Teluk Bintuni periode selanjutnya.

Menanggapi harapan masyarakat tersebut, Petrus kasihiw menegaskan akan selalu komit melakukan pemerataan pembangunan. Baginya hal tersebut sudah masuk dalam program utama bila dipercaya menjadi Bupati untuk melanjutkan pembangunan.

“Pemerataan pembangunan akan jadi prioritas saya, agar tidak ada daerah distrik/kampung di Teluk Bintuni yang merasa ditinggalkan oleh pemerintah daerah sendiri. Tak hanya mengatasi ketimpangan pembangunan, investasi padat karya juga bisa meningkatkan jumlah lapangan kerja. Inilah kenapa pemerintahan kami fokus pada pengembangan sumber daya manusia, agar anak-anak Bintuni ini harus menjadi tuan di atas tanahnya sendiri.” tutupnya.(*/an/dixie)

Previous articleTim TERKABUL dan RISMA Sepakati Waktu Kampanye dan Protokol Covid-19
Next articleWarga Huntap Wondiboy Keluhkan Air Bersih, Drainase dan Sertifikat ke Pasangan A2