Peresensi : Edeline Natasha Wijaya
Judul Buku : Timun Jelita Vol. 1
Pengarang : Raditya Dika
Bahasa : Indonesia
Penerbit : Gagas Media
Tahun Terbit : 2024
No. ISBN : 978-623-493-303-1
Dimensi buku: 13 x 19 cm
Tebal : 171 halaman
Harga : Rp 66.000,00
Novel Timun Jelita karya Raditya Dika menghadirkan kisah inspiratif tentang semangat bermusik yang tak lekang oleh usia. Buku yang dirilis pada 2024 oleh Gagas Media ini menjadi salah satu karya terbaru penulis yang dikenal melalui gaya komedi segarnya.
Novel volume pertama ini mengisahkan tokoh utama bernama Timun, seorang pria paruh baya yang kembali menemukan gairah bermusik setelah menerima gitar peninggalan ayahnya. Keinginan tersebut membawanya untuk membentuk kembali sebuah band, meski dihadapkan pada keterbatasan usia dan sulitnya mencari personel.
Dalam perjalanannya, Timun bertemu dengan sepupunya, Jelita, seorang mahasiswi berbakat yang sempat mengalami trauma dalam dunia musik. Pertemuan keduanya menjadi awal terbentuknya duo band “Timun Jelita” yang perlahan merintis karier dari panggung kecil hingga mendapat perhatian produser musik.
Cerita ini juga menampilkan peran Putri, istri Timun, yang setia mendukung suaminya. Dukungan tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan Timun, termasuk di tengah usaha mereka menjalani program kehamilan.
Meski menghadapi berbagai tantangan, termasuk tawaran karier solo untuk Jelita, duo ini tetap memilih bertahan dan berkembang bersama. Kisah tersebut menekankan pentingnya konsistensi, kerja sama, dan keberanian dalam mengejar impian.
Dari sisi penulisan, Raditya Dika menghadirkan gaya bahasa ringan dengan sentuhan humor khas. Penggunaan istilah kekinian dan bahasa Inggris turut memperkuat nuansa cerita, meski di sisi lain terdapat beberapa kosakata yang dinilai kurang relevan bagi pembaca muda seperti kata “nanar” pada kalimat “Malamnya, Jelita duduk dengan pandangan nanar di depan laptopnya” (hal. 119)
Meski novel ini memiliki cela, deskripsi yang diberikan oleh pengarang sangat detail, kondisi di dalam suatu kejadian pada novel ini dideskripsikan dengan sangat tajam dan sesuai porsinya oleh pengarang. Hal ini memainkan penginderaan dan imaninasi pembaca sehingga merasa benar-benar terlibat dan merasakan suatu kejadian ataupun kondisi di dalam novel tersebut.
Penulisan novel ini sebagian besar menggunakan sudut pandang orang ketiga, pengarang langsung menyebutkan nama tokoh-tokoh yang terlibat. Alur maju yang dipilih dalam memandu pembaca melewati bilik-bilik kisah tiap tokoh, didukung kemahiran pengarang dalam mengemas setiap jalannya cerita, sehingga tidak terkesan janggal atau aneh.
Secara keseluruhan, Timun Jelita dinilai layak dibaca oleh berbagai kalangan, baik sebagai hiburan maupun sumber inspirasi. Novel ini juga cocok bagi pembaca pemula yang ingin menikmati cerita ringan namun bermakna. (*)
