Pelabuhan Laut Kaimana telah membuka Posko pelayanan penumpang mudik dan arus balik Idul Fitri 1447 H sejak Jumat 13 Maret 2026.
Kepala Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Kaimana, Jemmy Samori SH MH pada papuakini mengatakan, posko pelayanan itu melibatkan instansi terkait seperti PT Pelni, Basarnas, Karantina Pelabuhan Laut, TNI AL, PT SBN, dan Kepolisian.
“Untuk PT PELNI, dari pembukaan Posko sampai nanti tanggal 30 Maret 2026 ada beberapa armada yang disiapkan, yaitu kapal penumpang KM Labobar, KM Tatamailau, dan KM Dobonsolo,” terang Jemmy di ruang kerjanya, Senin 16 Maret 2026.
Ada juga kapal Sabuk Nusantara, atau kapal perintis, yang disiapkan sebagai armada pendukung untuk melayani masyarakat selama Lebaran, yaitu Sabuk Nusantara 75, Sabuk Nusantara 96, dan Sabuk Nusantara 42.
“Untuk jumlah penumpang yang naik dari pelabuhan Kaimana di bulan Maret sampai dengan tanggal 13 sebanyak 1.981 orang. Ini julah penumpang dari kapal putih maupun kapal perintis Sabuk Nusantara,” terangnya.
Selanjutnya, dari instansi lain seperti Basarnas menyiapkan 6 personil, satu unit speed boat, empat unit perahu karet, satu unit kendaraan roda empat, dan dua unit kendaraan roda dua.
Kantor Karantina Kesehatan Pelabuhan menyiagakan 6 personil, dan TNI Angkatan Laut, menyiapkan satu unit speed boat disertai personil yang akan disesuaikan dengan kebutuhan.
Untuk kesiapan logistik bapok, berdasarkan penyampaian dari PT. SBN (Sarana Bandar Nasional), posisinya aman karena pada tanggal 13 hingga 15 Maret 2026 ada dua kapal kontainer, KM Logistik Nusantara I dan KM Vertikal, melakukan pembongkaran logistik bapok.
“Kalau dari pihak kepolisian menyiagakan beberapa orang personil yang memang sudah tugas rutinitas dalam pelabuhan laut Kaimana untuk memantau, melayani, dan mengamankan kondisi Pelabuhan,” kata Jemmy Samori.
Putra asal Serui ini lalu menyatakan dalam Posko pelayanan ini kantor yang dipimpinnya turut menyiagakan pengamanan internal yaitu KPLP sebanyak 24 personil yang didukung dengan satu unit rubber boat.
“Jadi ini tidak terbatas dalam pembukaan posko saja tetapi hari-hari dalam tugas pun kami terus melakukan koordinasi dan komunikasi untuk mempersiapkan diri menjaga hal-hal yang tiba-tiba kita tidak tahu akan terjadi,” tutupnya. (yos)
